kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

IHSG Fluktuatif Jelang Rebalancing, Saham HSC Dibayangi Tekanan Jual


Jumat, 30 Oktober 2026 / 18:28 WIB
IHSG Fluktuatif Jelang Rebalancing, Saham HSC Dibayangi Tekanan Jual
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan inidengan rapor merah di tengah tingginya fluktuasi pasar modal.(REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan inidengan rapor merah di tengah tingginya fluktuasi pasar modal.

Pelemahan indeks ini turut dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar menjelang berlakunya aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan depan, yang secara resmi akan mendepak saham-saham berstatus kepemilikan konsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks acuan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, pergerakan IHSG yang ditutup melemah 0,80% atau turun 41,01 poin ke level 5.057,05 pada Jumat (30/10/2026), sangat dipengaruhi oleh penyesuaian posisi investor menjelang berlakunya perubahan metode kalkulasi indeks.

Baca Juga: Transformasi Berbuah, Bisnis Limbah & Kendaraan Listrik Dongkrak Profitabilitas TOBA

Menurutnya, laju indeks makin terbebani oleh masifnya aliran modal keluar (foreign outflow) serta rentetan sentimen makro dan geopolitik global, yang bahkan sempat menyeret IHSG jatuh ke level terendah hariannya di posisi 4.979,34.

Terkait perombakan perhitungan indeks tersebut, kebijakan BEI diyakini akan memberikan implikasi ganda bagi nasib emiten-emiten yang masuk dalam radar konsentrasi tinggi.

"Dalam jangka pendek, emiten yang terdaftar dalam kategori HSC berpotensi menghadapi tekanan aksi jual (rebalancing outflow) dari dana institusi dan Manajer Investasi penjelajah indeks (seperti produk ETF berbasis IHSG), serta penurunan likuiditas perdagangan harian karena hilangnya dorongan transaksi otomatis berbasis indeks," ungkap Nafan kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Meskipun memicu bayang-bayang tekanan jual (outflow) di periode awal, pembersihan saham-saham HSC dinilai akan menjadi langkah fundamental yang krusial untuk memperbaiki kualitas pasar saham domestik secara keseluruhan.

"Kebijakan BEI ini pada akhirnya diproyeksikan akan membuat IHSG ke depan bergerak lebih stabil, mencerminkan nilai pasar secara riil, serta memberikan porsi bobot yang lebih sehat bagi saham-saham berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi," lanjut Nafan.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Bukukan Penjualan US$ 8,2 Miliar hingga September 2026

Di tengah tingginya volatilitas dan dinamika rebalancing sepekan terakhir, pasar mencatatkan diferensiasi pergerakan saham yang mencolok. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sukses menjadi penopang (top gainers) yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam.

Sebaliknya, jajaran saham unggulan LQ45 seperti PT Indosat Tbk (ISAT), bersama dengan PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) justru terperosok ke zona merah dengan koreksi mencapai 6% hingga 15%.

Untuk bertahan pasca-kebijakan ini, prospek emiten HSC ke depan akan sangat diuji oleh komitmen manajemen dalam merestrukturisasi porsi saham publik (free float) dan konsistensi pembuktian laba bersih riil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×