kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Laba Indosat Melonjak 37%, Ini Prospek Saham ISAT dan Target Harganya


Jumat, 30 Oktober 2026 / 16:27 WIB
Laba Indosat Melonjak 37%, Ini Prospek Saham ISAT dan Target Harganya
ILUSTRASI. Indosat membukukan kenaikan laba bersih 37% hingga kuartal III-2026. Simak prospek bisnis AI Cloud dan rekomendasi saham ISAT. (INDOSAT/KILAS)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2026. Pendapatan ISAT tumbuh 11,15% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 45,75 triliun. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,05% YoY menjadi Rp 4,92 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen seluler yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan, serta peningkatan bisnis multimedia, data communication, internet (MIDI).

Berdasarkan laporan keuangan ISAT, pendapatan segmen seluler mencapai Rp 37,85 triliun atau tumbuh 9,5% YoY. Adapun pendapatan MIDI meningkat 20,7% YoY menjadi Rp 7,24 triliun.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai peningkatan kinerja bisnis seluler turut didukung kenaikan average revenue per user (ARPU). Hingga kuartal III-2026, ARPU ISAT meningkat dari sekitar Rp 39.000 menjadi Rp 46.000. Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam meningkatkan monetisasi pelanggan di tengah persaingan industri telekomunikasi.

Di sisi lain, pertumbuhan laba bersih ISAT juga perlu dicermati karena turut dipengaruhi keuntungan non-recurring dari transaksi monetisasi FiberCo. Jika keuntungan tersebut dinormalisasi, pertumbuhan laba bersih ISAT diperkirakan berada di kisaran 10,6% YoY.

"Jika dinormalisasi, pertumbuhan laba bersih berada di kisaran 10,6%, sehingga lebih mencerminkan pertumbuhan bisnis intinya," ujar Elandry dalam wawancara tertulis pada Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Prospek Kinerja PGN (PGAS) Diproyeksi Positif hingga 2027, Simak Rekomendasi Sahamnya

Dari sisi operasional, Equity Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Aditya Widjaja, dalam risetnya yang dikutip Kontan, Jumat (30/10), mencatat EBITDA ISAT pada kuartal III-2026 mencapai Rp 6,4 triliun, turun 0,7% YoY dan 12,4% secara kuartalan atau quarter on quarter (QoQ).

Penurunan tersebut dipengaruhi pembayaran spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz serta biaya instalasi perangkat yang meningkatkan beban operasional. Kondisi ini turut menekan margin EBITDA ISAT menjadi 42,7%, turun 3,5 poin persentase secara tahunan. Sementara itu, laba inti perseroan turun 48,1% YoY menjadi Rp 646 miliar pada kuartal III-2026.

Meski demikian, pendapatan ISAT pada kuartal III-2026 masih tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp 15,1 triliun. Mirae Asset mencatat pertumbuhan terutama ditopang segmen MIDI yang meningkat 24,9% YoY, seiring perkembangan bisnis neocloud. Adapun pendapatan bisnis seluler tercatat Rp 12,3 triliun, turun 3,9% secara kuartalan.

Ke depan, bisnis AI Cloud dinilai berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru ISAT. Peningkatan kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), GPU, pusat data, dan layanan cloud diperkirakan membuka peluang bagi perseroan.

Menurut Elandry, bisnis tersebut berpotensi memberikan pendapatan berulang sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan ISAT. Meski demikian, perseroan masih perlu memperhatikan kebutuhan investasi, tingkat utilisasi kapasitas, serta kemampuan mengonversi kontrak menjadi pendapatan dan profitabilitas.

Mirae Asset memperkirakan pendapatan AI Cloud ISAT dapat mencapai US$ 100 juta sepanjang 2026. Perusahaan juga mengembangkan platform Indosat Intelligence Suite yang ditargetkan mencapai run rate pendapatan US$ 100 juta pada 2028.

Selain AI, ekspansi jaringan 5G juga menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang. Namun, peningkatan belanja modal, biaya spektrum, dan depresiasi perlu dicermati karena berpotensi menekan profitabilitas dalam jangka pendek.

 

Untuk sisa 2026 dan sepanjang 2027, Elandry melihat peluang pertumbuhan dari peningkatan ARPU, monetisasi AI Cloud, utilisasi jaringan 5G, serta kebutuhan data dan layanan digital yang terus meningkat. Adapun tantangannya mencakup persaingan tarif antaroperator, tingginya belanja modal, dan biaya pendanaan.

Dari sisi saham, Elandry menilai prospek ISAT masih cukup menarik untuk jangka menengah-panjang seiring pengembangan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis telekomunikasi konvensional.

Ia cenderung merekomendasikan buy untuk saham ISAT dengan target harga di kisaran Rp 2.500-Rp 3.200 per saham, bergantung pada asumsi valuasi dan proyeksi masing-masing sekuritas.

Sementara itu, Daniel dalam riset Mirae Asset mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ISAT, namun target harga dipangkas menjadi Rp 3.200 per saham dari sebelumnya Rp 3.850 per saham. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan kenaikan asumsi belanja modal (capex) dan depresiasi yang berpotensi menekan proyeksi laba perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×