Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Selain itu, strategi integrasi layanan klinik diagnostik juga dinilai dapat memperkuat model bisnis perseroan.
“Strategi ini dapat memperkuat ekosistem bisnis KAEF melalui peningkatan cross-selling, basis pelanggan, dan pendapatan berulang, dengan catatan eksekusinya berjalan efektif,” jelas Azis.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi kinerja KAEF, mulai dari tekanan harga obat dalam skema BPJS Kesehatan, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga ketergantungan pada bahan baku impor.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Siapkan Strategi ini untuk Jaga Pertumbuhan 2026
Abida menilai, fundamental KAEF saat ini masih berada dalam fase pemulihan. “Masih dalam fase pemulihan, belum sepenuhnya kokoh. Risiko utama datang dari ketergantungan 90% bahan baku impor terhadap pelemahan rupiah,” ujarnya.
Azis menambahkan, efisiensi dan pengembangan produk bernilai tambah menjadi kunci untuk menjaga kinerja ke depan.
“Fundamental membaik, tetapi tekanan dari pelemahan rupiah, harga obat BPJS, dan impor bahan baku masih menjadi tantangan. Efisiensi dan peningkatan produk bernilai tambah menjadi kunci,” katanya.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Meracik Perbaikan Kinerja
Untuk rekomendasi, Kiwoom Sekuritas memberikan rating trading buy pada saham KAEF dengan target harga Rp 466 per saham, serta level support di kisaran Rp440-Rp438.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














