kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.022   37,00   0,21%
  • IDX 5.930   -56,26   -0,94%
  • KOMPAS100 773   -8,97   -1,15%
  • LQ45 589   -5,76   -0,97%
  • ISSI 204   -1,94   -0,94%
  • IDX30 333   -3,25   -0,97%
  • IDXHIDIV20 413   -3,08   -0,74%
  • IDX80 88   -1,04   -1,17%
  • IDXV30 112   -1,02   -0,90%
  • IDXQ30 108   -0,75   -0,69%

FTSE Russell Kerek Skor ESG Avian (AVIA) Masuk Top 12% Global, Begini Prospeknya!


Rabu, 08 Juli 2026 / 10:06 WIB
FTSE Russell Kerek Skor ESG Avian (AVIA) Masuk Top 12% Global, Begini Prospeknya!
ILUSTRASI. PT Avia Avian Tbk (AVIA) (Dok/AVIA)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) mempertahankan status sebagai konstituen FTSE Russell ESG Rating 2026. Tak hanya itu, produsen cat dekoratif terbesar di Indonesia ini juga mencatatkan peningkatan skor Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menempatkannya di jajaran perusahaan dengan praktik keberlanjutan terbaik di industri bahan bangunan dunia.

Berdasarkan hasil penilaian FTSE Russell per 22 Juni 2026, Avian Brands meraih ESG Score 4,0 dengan Percentile Rank 88, yang menempatkan perusahaan dalam Top 12% perusahaan global pada subsektor Building Materials & Fixtures.

Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kinerja ESG Avian Brands berada di atas rata-rata perusahaan global di subsektor yang sama maupun di atas rata-rata perusahaan di Indonesia. Hasil tersebut mencerminkan bahwa strategi keberlanjutan yang dijalankan perusahaan telah memenuhi standar internasional dan semakin mendapat pengakuan dari pasar global.

Baca Juga: Pekan Pertama Juli, Penerbitan Surat Utang Korporasi Capai Rp 10,15 Triliun

Kepala Hubungan Investor Avian Brands, Andreas Hadikrisno, mengatakan peningkatan skor ESG merupakan hasil dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh proses bisnis.

"Peningkatan skor ESG dan posisi Avian Brands yang berada di atas rata-rata perusahaan global dalam subsektor kami menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata. Kami meyakini bahwa praktik ESG bukan hanya menjadi tuntutan pasar global, tetapi juga fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Dalam penilaian tahun ini, Avian Brands juga memperoleh skor maksimum pada sejumlah aspek penting, yakni Environmental Supply Chain, Labour Standards, Human Rights & Community, serta Anti-Corruption. Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun rantai pasok yang bertanggung jawab, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, serta memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan yang baik.

FTSE Russell, yang merupakan bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG), menjadi salah satu penyedia indeks dan pemeringkat ESG yang banyak dijadikan acuan oleh investor institusional, manajer investasi, dan pelaku pasar modal global dalam menilai kualitas penerapan ESG suatu perusahaan.

"Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Avian Brands sebagai salah satu perusahaan manufaktur bahan bangunan terdepan di Indonesia yang mampu menerapkan praktik keberlanjutan sesuai standar internasional,” kata Andreas. Perusahaan ini menilai strategi ESG yang dijalankan tidak hanya mendukung daya saing bisnis, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, masyarakat, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: BEI Buka Suara soal Watchlist S&P DJI, Siap Bahas Status Pasar Indonesia

Saat ini AVIA menguasai sekitar 26% pangsa pasar cat dekoratif nasional dengan dukungan fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang. Integrasi vertikal memungkinkan perusahaan memproduksi sebagian besar bahan baku secara mandiri sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Sekitar 80% pendapatan perusahaan berasal dari solusi arsitektur, sementara sisanya berasal dari segmen barang dagangan.

Harga saham AVIA turun 0,63% di Rp 314 per saham pada Rabu (8/7/2026) hingga pukul 09.45 WIB. Sementara dalam lima hari saham AVIA naik 3,95% dan sepanjang tahun ini turun 39,23%. 

Secara valuasi saham AVIA menurut konsensus analis Bloomberg masih berpeluang naik 54,9%. Pasalnya menurut konsensus 11 analis Bloomberg menargetkan di Rp 492,5 per saham. Di mana 10 analis merekomendasikan beli dan satu analis rekomendasi hold. 

Riset terbaru datang dari Analis DBS Bank Bryan Soegianto memasang target harga di Rp 290 per saham dengan rekomendasi hold. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×