kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Pengumuman S&P DJI Memperpanjang Ketidakpastian Pasar, Investor Asing Makin Hati-hati


Rabu, 08 Juli 2026 / 15:56 WIB
Pengumuman S&P DJI Memperpanjang Ketidakpastian Pasar, Investor Asing Makin Hati-hati
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian yang menyelimuti pasar modal Indonesia kembali bertambah. Setelah sebelumnya MSCI menyoroti kondisi pasar Indonesia, kini S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) juga memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan (watchlist) untuk kemungkinan penurunan status dari emerging market menjadi frontier market.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan pengumuman tersebut memperpanjang periode ketidakpastian di pasar saham Indonesia. Sebelumnya pasar sudah dievaluasi MSCI, sehingga masuknya Indonesia ke dalam watchlist S&P DJI menjadi sentimen negatif tambahan yang berpotensi membuat investor asing semakin berhati-hati.

Namun demikian, Alrich menyoroti status watchlist bukan berarti Indonesia otomatis diturunkan menjadi frontier market. Justru fase ini merupakan masa evaluasi yang masih memberikan ruang bagi regulator untuk melakukan berbagai perbaikan terhadap aspek yang menjadi perhatian penyedia indeks global.

Dalam jangka pendek, investor asing berpotensi cenderung menahan penambahan posisi atau wait and see, sementara investor domestik juga akan lebih selektif hingga terdapat kepastian mengenai hasil evaluasi tersebut.

Baca Juga: BEI Merespons Pengumuman S&P DJI Terbaru, Buka Ruang Dialog Bersama Pelaku Pasar

"Dengan kata lain, tekanan terbesar saat ini bukan hanya berasal dari potensi penurunan status, melainkan dari ketidakpastian yang berkepanjangan karena investor global umumnya kurang menyukai kondisi yang belum memiliki kepastian arah," kata Alrich kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).

Pergerakan IHSG

Dalam jangka pendek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam rentang 5900–6300, dengan kecenderungan menguji area support apabila tekanan jual asing kembali meningkat.

Kemudian, pergerakan IHSG dalam jangka menengah akan sangat bergantung pada perkembangan evaluasi indeks global, stabilitas arus modal asing, serta kinerja fundamental emiten pada laporan keuangan semester II. Selama ketidakpastian masih berlangsung, indeks diperkirakan cenderung bergerak sideways dengan volatilitas yang relatif tinggi.

Adapun prospek IHSG dalam jangka panjang atau di atas satu tahun masih ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid, pertumbuhan laba emiten, serta besarnya partisipasi investor domestik. 

"Apabila regulator berhasil menjawab concern yang disampaikan MSCI maupun S&P DJI, peluang pemulihan kepercayaan investor asing tetap terbuka sehingga tren jangka panjang masih berpotensi kembali positif," ucap Alrich.

Di samping itu, terkait potensi keluarnya dana asing (outflow) akibat Indonesia masuk ke dalam watchlist S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) dinilai masih terbatas. Pasalnya, status Indonesia saat ini masih berada pada tahap pemantauan sehingga mayoritas investor institusi global cenderung menunggu keputusan akhir.

Namun, apabila pada akhirnya Indonesia benar-benar mengalami penurunan klasifikasi menjadi frontier market, maka potensi outflow akan jauh lebih signifikan, terutama berasal dari dana pasif (passive fund) yang benchmark investasinya di MSCI.

Baca Juga: Bursa Indonesia Masuk Watchlist S&P, Simak Proyeksi IHSG hingga Akhir 2026

"Untuk nominalnya masih cukup sulit dipastikan karena bergantung pada besarnya dana kelolaan (AUM) masing-masing indeks yang melakukan tracking terhadap pasar Indonesia. Selain itu, sebagian investor aktif (active fund) juga masih dimungkinkan tetap mempertahankan eksposurnya apabila melihat valuasi Indonesia menjadi semakin menarik," tambah Alrich.

Adapun sektor yang berpotensi paling terdampak adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi tujuan utama investor asing, seperti sektor perbankan, telekomunikasi, serta saham-saham blue chip dengan bobot indeks yang tinggi. Sebaliknya, saham dengan kepemilikan domestik yang dominan relatif lebih resilien terhadap tekanan tersebut.

Di sisi lain, Alrich bilang regulator telah menunjukkan keseriusan melalui berbagai kebijakan yang diterbitkan dalam beberapa waktu terakhir, seperti penyempurnaan mekanisme perdagangan, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, evaluasi terhadap praktik suspensi perdagangan, serta berbagai reformasi struktur pasar yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Namun, bagi investor global, yang menjadi perhatian utama bukan hanya keberadaan regulasi, melainkan juga konsistensi implementasi, kepastian hukum, transparansi proses pengambilan kebijakan, serta kemudahan akses terhadap pasar.

Investor asing umumnya menginginkan pasar yang memiliki aturan yang stabil, mudah diprediksi, dan memberikan perlakuan yang setara bagi seluruh pelaku pasar. Oleh karena itu, keberhasilan regulator tidak hanya diukur dari banyaknya kebijakan yang diterbitkan, tetapi juga dari seberapa efektif kebijakan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan investor internasional.

"Saya melihat proses reformasi pasar modal Indonesia saat ini sudah berada pada arah yang positif. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh reformasi tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten sehingga persepsi investor global terhadap kualitas pasar modal Indonesia dapat terus membaik," tutup Alrich.

Baca Juga: BEI Buka Suara soal Watchlist S&P DJI, Siap Bahas Status Pasar Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×