kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Wall Street Ditutup Lesu Selasa (7/7), Micron dan Saham Chip Tekan Nasdaq


Rabu, 08 Juli 2026 / 05:20 WIB
Diperbarui Rabu, 08 Juli 2026 / 05:21 WIB
Wall Street Ditutup Lesu Selasa (7/7), Micron dan Saham Chip Tekan Nasdaq
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (7/7//2026).

Indeks Nasdaq mencatat penurunan terdalam setelah aksi jual saham-saham semikonduktor meningkat di tengah kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan reli saham yang didorong tren kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham PTBA, SILO, BMRI untuk Rabu (8/7/2026)

Mengutip Reuters, Nasdaq Composite ditutup melemah 1,16% ke level 25.818,69. Sementara itu, S&P 500 turun 0,45% ke 7.503,85, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,25% ke 52.925,15 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday.

Tekanan utama datang dari sektor semikonduktor. Saham Micron Technology turun 4,7%, sedangkan Sandisk merosot 7,3%.

Pelemahan tersebut menyeret indeks PHLX Semiconductor anjlok 4,65%, meski sepanjang 2026 indeks tersebut masih membukukan kenaikan sekitar 74%.

Sentimen negatif muncul setelah laporan laba Samsung Electronics yang melonjak tajam gagal memenuhi ekspektasi investor yang sudah sangat tinggi terhadap prospek industri chip AI.

Baca Juga: Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Reli 5 Hari Beruntun, Selasa (7/7)

Kekhawatiran pasar juga bertambah setelah Reuters melaporkan perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI sendiri. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap chip buatan Nvidia maupun Huawei.

Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, mengatakan aksi jual pada saham-saham AI mencerminkan rotasi sektor setelah reli yang sangat kuat dalam beberapa waktu terakhir.

"Cerita pasar saat ini sama seperti beberapa pekan terakhir, yaitu rotasi setelah reli luar biasa pada saham AI, semikonduktor, dan memori. Ekspektasi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut kini menjadi sangat tinggi dan semakin sulit dipenuhi," ujarnya.

Pelaku pasar juga akan mencermati pencatatan saham SK Hynix di Nasdaq pada Jumat (10/7), yang dinilai menjadi ujian berikutnya terhadap minat investor pada sektor semikonduktor.

Sementara itu, saham SpaceX milik Elon Musk turun hampir 7% pada hari pertama diperdagangkan sebagai anggota indeks Nasdaq 100, setelah sejumlah perusahaan sekuritas mulai memberikan cakupan riset terhadap saham tersebut.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Beragam, Nasdaq Tertekan oleh Pelemahan Saham Chip AI

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, sebanyak delapan sektor ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri yang turun 3,41%, disusul sektor material yang melemah 2,45%.

Meski demikian, jumlah saham yang naik di indeks S&P 500 masih lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio sekitar 1,3 banding 1.

Di sisi lain, harga minyak menguat setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global.

Saham Fiserv naik 1,8% setelah media melaporkan perusahaan tersebut berdiskusi dengan sejumlah bank besar AS, termasuk JPMorgan dan Bank of America, terkait rencana penjualan bisnis infrastruktur pembayaran kartu debit.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Rabu (8/7). Dokumen tersebut menjadi risalah pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh dan diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×