kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pasar semen masih menantang, bagaimana rekomendasi saham Indocement (INTP)?


Minggu, 31 Mei 2020 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (8/8).PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menjual 5 juta ton semen sepanjang periode Januari – April 2020. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj/foc/17.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

“Ketiga provinsi ini merupakan pasar utama INTP yang menyumbang 48,4% dari penjualan. Pangsa pasar INTP di wilayah tersebut mencapai 46,1% atau sedikit lebih tinggi dari tahun lalu yakni 45,1%,” tulis Maria dalam riset, Jumat (15/5). Secara keseluruhan, sekitar 75,9% semen INTP dijual di wilayah Jawa.

Sementara itu, INTP mencatatkan pertumbuhan positif di Sumatra, (21,4% yoy dan 36,5% mom) dengan penjualan mencapai 142 ribu ton.

Baca Juga: PSBB segera berakhir, Indocement (INTP) optimistis industri semen bakal bergairah

Maria masih mempertahankan proyeksi kinerja INTP dengan prediksi volume penjualan sebesar 16,03 juta ton (-10,2% yoy) dan pendapatan bersih sebesar Rp 14,2triliun (-10,9% yoy) untuk tahun ini. 

Dia juga mempertahankan rekomendasi beli (buy) terhadap saham INTP dengan target harga Rp 14.200 per saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (28/5) saham INTP ditutup melemah 0,82% ke level Rp 12.100 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×