kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rupiah Berpeluang Menguat pada Awal Pekan Depan (28/9), Simak Sentimennya


Minggu, 27 September 2026 / 13:36 WIB
Rupiah Berpeluang Menguat pada Awal Pekan Depan (28/9), Simak Sentimennya
ILUSTRASI. Rupiah berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (28/9/2026), seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia.(AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (28/9/2026), seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia, imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), dan indeks dolar AS (DXY).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 17.903 per dolar AS pada Jumat (25/9/2026), melemah 0,07% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup pada level Rp 17.917 per dolar AS pada Jumat. Posisi tersebut melemah sekitar 0,11% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.898 per dolar AS.

Baca Juga: Cukai MBDK Mengancam Kinerja Emiten Konsumer, Ini Saran untuk Investor

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebut, kondisi pasar global menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan mata uang regional, termasuk rupiah.

"Rupiah dan mata uang Asia dan regional umumnya menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan pada harga minyak mentah dunia, imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar AS," kata Lukman kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Selain faktor tersebut, sentimen positif juga berasal dari harapan perundingan antara AS dan Iran yang dapat mendorong dibukanya kembali Selat Hormuz. Investor masih mencermati perkembangan perundingan AS-Iran serta hubungan antara AS dan China.

"Tidak ada data ekonomi penting hari ini, investor masih memantau perkembangan seputar perundingan AS-Iran dan Xi-Trump," ujar Lukman.

Memasuki pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Rupiah Tertekan, Risiko Menembus Level Rp 18.000 per Dolar AS Masih Terbuka

Dari AS, pasar akan mencermati data manufaktur, inflasi, dan nonfarm payrolls (NFP).

Sementara dari dalam negeri, investor akan menunggu rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia. Data-data tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen pasar terhadap arah kebijakan moneter dan pergerakan mata uang.

Di tengah berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah pada perdagangan Senin (28/9/2026) akan bergerak dalam rentang Rp 17.850-Rp 17.950 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×