kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45905,81   -2,73   -0.30%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Moody’s Turunkan Peringkat Lippo Karawaci (LPKR) ke Caa1/Caa2


Rabu, 22 November 2023 / 20:49 WIB
Moody’s Turunkan Peringkat Lippo Karawaci (LPKR) ke Caa1/Caa2
ILUSTRASI. Suasana di pusat perbelanjaan Supermal Karawaci, Tangerang.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Moody's Investors Service menurunkan peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjadi Caa1 dari sebelumnya B3. Hal ini disebabkan adanya risiko refinancing.

Moody's juga menurunkan peringkat backed senior unsecured pada surat utang yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte Ltd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh LPKR.

Peringkat obligasi itu turun ke Caa2, dari semula Caa1. Surat utang tersebut dijamin oleh Lippo Karawaci dan beberapa anak perusahaannya.

Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s, Rachel Chua mengatakan, pada saat yang sama, Moody's juga merevisi prospek seluruh peringkat LPKR menjadi negatif, dari yang semula stabil.

Baca Juga: Pendapatan Berulang Topang Pengembang

“Penurunan peringkat mencerminkan bahwa restrukturisasi utang kemungkinan akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan karena Lippo Karawaci belum memperoleh fasilitas bank untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada Januari 2025 di tengah kondisi pendanaan yang ketat,” katanya dalam pemeringkatan terbaru.

Likuiditas Lippo Karawaci yang lemah di tengah kebutuhan refinancing yang tinggi dan jatuh tempo utang yang semakin dekat merupakan risiko kredit yang penting dilihat. Terutama, dalam kondisi kenaikan suku bunga dan perlambatan pertumbuhan.

Obligasi perusahaan senilai US$237 juta akan jatuh tempo pada Januari 2025. Meskipun perusahaan sedang berdiskusi dengan bank untuk mendapatkan pinjaman potensial, negosiasi tersebut masih dalam proses dan belum ada kesepakatan pasti yang dicapai.

Di sisi lain, penjualan pra-pendapatan (marketing sales) LPKR sebesar Rp 3,4 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2023. Raihan ini terdiri dari penjualan sebesar Rp 2,4 triliun di tingkat perusahaan induk.

“Kami memperkirakan marketing sales pada akhir tahun ini sebesar Rp 4,5 triliun, karena aktivitas penjualan melambat pada kuartal IV, sebelum pemilihan presiden Indonesia pada awal tahun 2024,” paparnya.

Baca Juga: Kinerja Sektor Properti pada Kuartal III 2023 Ditopang Pendapatan Berulang

LPKR juga telah meluncurkan pembangunan perumahan baru yang terjangkau Park Serpong di Serpong, pada awal kuartal IV 2023. Meskipun LPKR bilang bahwa proyek tersebut diterima dengan baik, tidak ada data dari Perseroan mengenai take up rates atau unit yang terjual.

“Moody's memperkirakan marketing sales pada tahun 2024 akan tetap sama seperti tahun 2023, kecuali LPKR dapat membukukan penjualan yang tinggi di Park Serpong,” ungkapnya.

Rachel melihat, likuiditas Lippo Karawaci di tingkat holding akan melemah dalam 12-18 bulan ke depan. Pada tanggal 30 September, LPKR memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 1,1 triliun di tingkat perusahaan induk, yang tidak akan cukup untuk mendanai arus kas operasi negatifnya. LPKR juga menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan jalur perbankan untuk membiayai kembali obligasinya.

“Mengingat terbatasnya akses terhadap fasilitas perbankan, Moody's tidak lagi menganggap pinjaman bank jangka pendek Lippo Karawaci akan diperpanjang pada saat jatuh tempo,” paparnya.

Baca Juga: Lippo Karawaci (LPKR) Raih Pra Penjualan Rp 3,36 Triliun hingga Kuartal III-22023

Sehingga, peringkat Caa2 untuk surat utang yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte. Ltd dinilai Rachel sudah mencerminkan risiko subordinasi hukum, mengingat utang terjamin menyumbang sebagian besar pinjaman perusahaan pada 30 September 2023.

Prospek negatif juga mencerminkan ekspektasi Moody’s bahwa restrukturisasi utang kemungkinan akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan. Sebab, Lippo Karawaci belum memperoleh fasilitas bank untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada bulan Januari 2025 di tengah kondisi pendanaan yang ketat.

“Kami juga merevisi skor profil tata kelola emiten (IPS) perusahaan menjadi G-5 dari sebelumnya G-4 dan skor dampak kredit menjadi CIS-5 dari sebelumnya CIS-4. Hal ini mencerminkan dampak tindakan pemeringkatan terhadap peningkatan risiko strategi keuangan di sekitar jatuh tempo utang Lippo Karawaci pada awal tahun 2025,” tuturnya.

Baca Juga: Lippo Karawaci (LPKR) Berbalik Laba Rp 787,79 Miliar Per Kuartal III, Ini Sebabnya

Mengingat prospek LPKR yang negatif, kemungkinan terjadinya peningkatan peringkat tidak mungkin terjadi. Namun, Moody's dapat mengembalikan prospek peringkat Lippo Karawaci menjadi stabil dengan dua syarat.

Pertama, jika perusahaan memenuhi persyaratan pembiayaan kembali hingga Januari 2025. Kedua, jika LPRK membangun struktur permodalan yang berkelanjutan, sehingga arus kas operasi bersih di tingkat perusahaan induk menjadi positif.

Moody's juga dapat meningkatkan peringkat obligasi LPKR jika perusahaan menunjukkan akses yang berarti terhadap pinjaman tanpa jaminan dari waktu ke waktu. Sehingga, utang tanpa jaminan merupakan mayoritas dari total pinjaman.

“Di sisi lain, kami dapat menurunkan peringkat Lippo Karawaci jika perusahaan gagal membuat kemajuan lebih lanjut dalam melakukan refinancing utang yang jatuh tempo. Akibatnya, risiko gagal bayar meningkat jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh peringkat saat ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×