Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) kembali menjadi rebutan investor di bursa saham Indonesia pada awal tahun 2026 ini. Walhasil, harga saham emiten kontruksi ini terus mendaki sejak perdagangan 2 Januari 2026 hingga kemarin, 6 Januari 2026.
Pada perdagangan Selasa (6/1), harga saham KOKA melonjak 12,31% ke level Rp 292. Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham KOKA terakumulasi meningkat 70 poin atau 31,53%.
Kenaikan harga saham KOKA sejalan dengan rencana Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. untuk mengakuisisi sebanyak 63,5% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam KOKA.
Manajemen KOKA menjelaskan, saat ini proses akuisisi masih terus berjalan. “Saat ini proses akuisisi masih berjalan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya di bidang pasar modal,” ujar manajemen KOKA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Saham BUMI Naik 93% Sebulan, Masih Bullish? Ini Analisis dan Strategi untuk Investor
Emiten yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini juga mengungkapkan bahwa hingga pelaksanaan public expose pada Rabu, 24 Desember 2025, perseroan belum memperoleh persetujuan dari BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan pengendalian.
Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa belum terdapat rencana ekspansi usaha dalam waktu dekat. Fokus utama perusahaan tetap berada pada penguatan bisnis inti di bidang jasa konstruksi. Dalam hal ini, KOKA dan Ningbo Lixing Enterprise Management (NLEM) telah sepakat untuk mengembangkan usaha sesuai fokus bisnis yang telah berjalan saat ini.
Manajemen KOKA menyebutkan bahwa selama proses akuisisi berlangsung, NLEM telah membantu perseroan dalam memperoleh kontrak baru proyek konstruksi. “Pasca proses akuisisi, NLEM dan perusahaan diharapkan dapat bersinergi lebih optimal guna meningkatkan kinerja, termasuk dalam perolehan kontrak baru,” tulis manajemen dalam materi public expose.
Tonton: Asosiasi Pengemudi Ojol Tolak Kenaikan Tarif Ojol Sebelum Perpres Bagi Hasil Terbit
Ke depan, KOKA mengungkapkan bahwa perseroan bersama NLEM tengah menyusun sejumlah rencana strategis untuk mengikuti berbagai tender proyek konstruksi di Indonesia yang dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun 2026.
Namun demikian, KOKA menegaskan bahwa proses akuisisi saat ini masih berada pada tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bersifat non legally binding. Dengan demikian, kelanjutan proses akuisisi masih bergantung pada hasil pembahasan lanjutan kedua belah pihak.
Manajemen KOKA menegaskan bahwa apabila proses akuisisi telah rampung dan terdapat perubahan komposisi pemegang saham, perseroan akan segera menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik. “Saat ini kami masih dalam tahap pembahasan antara KOKA dan NLEM,” tegas manajemen.
Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi pada 16 September 2025, KOKA menyampaikan bahwa Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. sebagai calon pemegang saham pengendali baru akan melaksanakan tender offer sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Selanjutnya: Belum Terasa, Tapi Berbahaya: Ini Dampak Konflik AS–Venezuela Menurut Kadin
Menarik Dibaca: Kapan Tanggal Merah di Januari 2026? Ada Long Weekend di Pertengahan Bulan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













