kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Minyak Turun Rabu (7/1) Pagi, Dipicu Pernyataan Trump soal Minyak Venezuela


Rabu, 07 Januari 2026 / 07:32 WIB
Harga Minyak Turun Rabu (7/1) Pagi, Dipicu Pernyataan Trump soal Minyak Venezuela
ILUSTRASI. Harga minyak AS jatuh karena Trump janjikan penyerahan minyak Venezuela. (REUTERS/Liz Hampton)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun pada perdagangan Rabu (7/1/2026) pagi. Pukul 07.21 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 56,38 per barel, turun 1,31% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 57,13 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak mentah ke AS, yang akan dijual dengan harga pasar untuk menguntungkan kedua negara.

Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa Otoritas sementara Venezuela di Venezuela akan mengedarkan sekitar 30 juta barel hingga 50 juta barel minyak mentah kualitas tinggi yang merupakan minyak yang dikenai sanksi.

Baca Juga: Saham BUMI Naik 93% Sebulan, Masih Bullish? Ini Analisis dan Strategi untuk Investor

Pasar terus mencerna dampak dari penggulingan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika, dan apa artinya bagi ekspor minyak dan industri energi negara tersebut.

Trafigura Group dan pedagang lainnya akan mengadakan pembicaraan dengan AS tentang bagaimana mereka dapat kembali membeli minyak mentah Venezuela dijadwalkan akan bertemu dengan para eksekutif energi di Gedung Putih pekan depan.

Sementara itu, AS dan sekutu Ukraina berupaya mencapai kesepakatan perdamaian yang dapat membuka jalan bagi pengurangan pembatasan ekspor minyak mentah Rusia. Sehingga makin menambah potensi kelebihan pasokan minyak di pasar global. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×