kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Free Float Berubah, Tiga Saham Ini Digadang Masuk Indeks MSCI Global Feb 2026


Rabu, 07 Januari 2026 / 05:05 WIB
Free Float Berubah, Tiga Saham Ini Digadang Masuk Indeks MSCI Global Feb 2026
ILUSTRASI. Free Float Berubah, Tiga Saham Ini Digadang Masuk Indeks MSCI Global Feb 2026


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metodologi perhitungan free float saham emiten Indonesia menjadi salah satu sentimen utama yang dinanti pelaku pasar modal.

Pada 27 Oktober 2025, MSCI mengumumkan permintaan masukan publik terkait penggunaan Monthly Holding Composition Report (MHCR) dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham.

Selama ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya menerima laporan kepemilikan saham di atas 5%. Sementara itu, data KSEI mencakup kepemilikan di bawah 5%, sehingga dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur kepemilikan publik.

Proses konsultasi publik tersebut telah ditutup pada 31 Desember 2025. Hasilnya dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila disetujui, perubahan metodologi ini akan mulai berlaku pada saat peninjauan indeks MSCI Mei 2026.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Emiten Mulai Berbenah Sambut Perubahan MSCI

Isu free float menjadi krusial bagi emiten yang membidik masuk ke dalam indeks global MSCI. Sejumlah perusahaan tercatat mulai menata ulang struktur kepemilikan untuk memperbesar porsi free float sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Sejumlah saham bahkan digadang-gadang menjadi kandidat kuat untuk masuk indeks MSCI, khususnya dari Grup Bakrie seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Saat ini, BUMI masih tercatat sebagai konstituen MSCI Indonesia Small Cap Index dan MSCI Investable Market Indexes (IMI). Namun, emiten batu bara ini dinilai tengah berupaya naik kelas menuju MSCI Standard Global Index.

Tonton: Prabowo: Dengan Bangga Saya Sampaikan Indonesia Sudah Swasembada Beras

Volatilitas Tinggi Saham Grup Bakrie

Pergerakan saham BUMI dan DEWA belakangan menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), saham BUMI ditutup di level Rp 464 per saham dengan frekuensi transaksi mencapai 311.000 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 4,02 triliun.

Dalam setahun terakhir, harga saham BUMI telah melesat 289,92%. Seiring kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar BUMI menembus Rp 172 triliun per Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, saham DEWA menguat 7,95% ke level Rp 815 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (6/1), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 33,1 triliun. Saham ini ditransaksikan sebanyak 175.000 kali sepanjang hari.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah, menilai lonjakan harga kedua saham tersebut tidak hanya didorong oleh rencana ekspansi, tetapi juga ekspektasi pasar terhadap peluang masuknya BUMI dan DEWA ke indeks MSCI.

“Keduanya memang terbuka untuk masuk ke indeks MSCI. Namun jika membeli saham hanya berdasarkan sentimen MSCI, risikonya cukup besar. Jika ekspektasi meleset, volatilitasnya bisa sangat tinggi,” ujar Fath dalam paparannya, Senin (5/1/2026).

Tonton: Aturan Baru Menkeu, DJP Dikecualikan dari Pembatasan Jabatan

Saham Potensial Masuk MSCI Standard Cap Index

Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, menilai BUMI memiliki peluang terbesar untuk masuk ke MSCI Standard Cap Index pada peninjauan indeks Februari 2026.

Selain BUMI, PT Petrosea Tbk (PTRO) juga dinilai memiliki peluang besar sebagai kandidat kedua. PTRO saat ini merupakan anggota MSCI Small Cap Indonesia Index.

MSCI sebelumnya telah memperbarui free float PTRO menjadi 30% dari sebelumnya 25%, sehingga menurunkan batas harga minimum saham ke kisaran Rp 11.000–Rp 12.000 per saham.

Sementara itu, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) dinilai berpotensi memenuhi batas harga minimum. Namun, masuknya FILM ke indeks standar MSCI berisiko tertunda akibat suspensi perdagangan lebih dari satu hari.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai BUMI dan PTRO merupakan kandidat terkuat untuk masuk MSCI Standard Cap Index. Keduanya didukung oleh likuiditas saham yang solid serta fundamental perusahaan yang relatif kuat.

Nafan merekomendasikan strategi maintain buy untuk saham PTRO dengan target harga Rp 11.950. Pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026), saham PTRO berada di level Rp 11.975 atau menguat 7,40% dibandingkan hari sebelumnya.


 

Demo Iran Meluas, 20 Orang Dilaporkan Tewas, 17 Kampus Turut Bergabung

Selanjutnya: Cimory (CMRY) Optimistis Penjualan dan Laba Bersih Kembali Tumbuh

Menarik Dibaca: Kapan Tanggal Merah di Januari 2026? Ada Long Weekend di Pertengahan Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×