kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Nikel Tembus US$ 18.000 per Ton, Mayoritas Harga Saham Emiten Nikel Melesat


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:07 WIB
Harga Nikel Tembus US$ 18.000 per Ton, Mayoritas Harga Saham Emiten Nikel Melesat
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Mayoritas saham-saham emiten produsen nikel mengalami lonjakan harga di tengah tren penguatan harga komoditas tersebut.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas saham-saham emiten produsen nikel mengalami lonjakan harga di tengah tren penguatan harga komoditas tersebut.

Mengutip Trading Economics, harga nikel di pasar global berada di level US$ 18.506 per ton pada Rabu (7/1) siang atau melonjak 24,33% dalam sebulan terakhir. Bila ditelusuri, tren kenaikan harga nikel dimulai sejak pertengahan Desember 2025.

Sebelum periode tersebut, harga nikel lebih sering bergerak di area US$ 15.000 per ton. Bahkan, pada awal Desember lalu harga komoditas ini sempat terkoreksi di kisaran level US$ 14.000 per ton.

Baca Juga: Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) Raih Rp 822,92 Miliar, Siap Caplok Dua Perusahaan

Sejumlah saham emiten nikel pun terpantau mengalami penguatan harga pada perdagangan intraday Rabu (7/1). Contohnya, harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 13,33% ke level Rp 6.375 per saham.

Harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel juga menguat 8,46% ke level Rp 1.410 per saham. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut mengalami kenaikan harga saham 4,55% ke level Rp 690 per saham. Emiten lainnya, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat kenaikan harga saham 3,12% ke level Rp 990 per saham.

Di sisi lain, harga saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) melemah tipis 0,27% ke level Rp 1.835 per saham. Saham NICL juga tengah dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berstatus Unusual Market Activity (UMA).

Baca Juga: Unilever (UNVR) Melepas Bisnis Teh Sariwangi Rp 1,5 Triliun

Selanjutnya: Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) Raih Rp 822,92 Miliar, Siap Caplok Dua Perusahaan

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×