Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Manajer investasi getol menerbitkan reksadana syariah. Salah satunya, Ciptadana Asset Management (CAM) yang menerbitkan reksadana Cipta NUsantara Syariah Berimbang (Cipta NUsantara).
Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management Paula Rianty Komarudin mengatakan produk ini merupakan reksadana syariah campuran yang berinvestasi pada efek ekuitas, efek surat utang dan instrumen pasar uang syariah.
"Reksadana ini ditawarkan baik kepada investor institusional maupun individual melalui tiga pilihan investasi," ujar Paula, Rabu (22/6).
Ketiganya yakni, Paket Investasi Platinum yang ditujukan bagi Donatur yang ingin mendukung sepenuhnya kegiatan Nahdlatul Ulama (NU), dengan menyumbangkan baik pokok maupun hasil investasi dari investasi reksadana ini ke NU.
Kemudian, paket Investasi Gold ditujukan bagi nasabah yang ingin berinvestasi sekaligus mendukung kegiatan NU dengan memberikan seluruh hasil investasi ke NU, sedangkan pokok investasi tetap dimiliki oleh Nasabah.
Serta, Paket Investasi Regular bagi investor yang ingin berinvestasi, dimana baik hasil investasi ataupun pokok investasi tetap menjadi milik investor.
"Nantinya, sebagian dari biaya pengelolaan yang diperoleh oleh CAM akan disisihkan untuk disumbangkan kepada NU," ujar Paula.
Paula menargetkan produk ini bisa menggenggam dana kelolaan berkisar Rp 1 triliun untuk satu tahun pertama. Untuk mengejar target tersebut, pihaknya membidik warga NU.
Jumlah pendukung NU yang tercatat lebih dari 83 juta orang, 50.000 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 14 negara menjadi kue yang ingin dicaplok.
"Pemasaran produk reksadana ini akan disertai dengan kegiatan edukasi investasi untuk masyarakat Indonesia serta warga NU pada khususnya," ujar Paula.
Paula melanjutkan upaya ini dilakukan untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara Asean lainnya. Saat ini Ciptadana mengelola 17 reksadana yang terdiri dari 14 reksadana konvensional dan 3 reksadana syariah.
Mandiri Manajemen Investasi (MMI) juga akan menerbitkan reksadana syariah berbasis efek asing. Direktur Utana MMI Muhammad Hanif mengatakan produk ini akan menggunakan aset dasar saham-saham di Amerika Serikat (AS). Dipilihnya saham dari AS untuk memperkecil risiko nilai tukar.
"Reksadana ini dalam denominasi dollar AS, sehingga akan memudahkan manajemen risiko," ujar Hanif. Rencananya, produk ini akan menggunakan bank kustodian Citibank.
Perusahaan juga berencana menerbitkan reksadana terproteksi senilai total Rp 3,5 triliun. Di mana, setiap bulan akan terbit sekitar satu hingga dua produk. "Saat ini outstanding reksadana terproteksi kami mencapai Rp 6, 2 triliun," ujar Hanif.
Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengakui dana kelolaan reksadana syariah masih minim. Penyebabnya, masih banyak masyarakat yang belum paham produk syariah.
"Oleh karena itu, OJK mendorong pelaku industri agar menerbitkan produk-produk syariah yang menarik seperti di negara-negara lain, seperti Malaysia bahkan di Inggris yang produk syariahnya berkembang," tutur Nurhaida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













