Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto
Paula menargetkan produk ini bisa menggenggam dana kelolaan berkisar Rp 1 triliun untuk satu tahun pertama. Untuk mengejar target tersebut, pihaknya membidik warga NU.
Jumlah pendukung NU yang tercatat lebih dari 83 juta orang, 50.000 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 14 negara menjadi kue yang ingin dicaplok.
"Pemasaran produk reksadana ini akan disertai dengan kegiatan edukasi investasi untuk masyarakat Indonesia serta warga NU pada khususnya," ujar Paula.
Paula melanjutkan upaya ini dilakukan untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara Asean lainnya. Saat ini Ciptadana mengelola 17 reksadana yang terdiri dari 14 reksadana konvensional dan 3 reksadana syariah.
Mandiri Manajemen Investasi (MMI) juga akan menerbitkan reksadana syariah berbasis efek asing. Direktur Utana MMI Muhammad Hanif mengatakan produk ini akan menggunakan aset dasar saham-saham di Amerika Serikat (AS). Dipilihnya saham dari AS untuk memperkecil risiko nilai tukar.
"Reksadana ini dalam denominasi dollar AS, sehingga akan memudahkan manajemen risiko," ujar Hanif. Rencananya, produk ini akan menggunakan bank kustodian Citibank.













