kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Metropolitan Land (MTLA) Targetkan Kontribusi Recurring Income 30% ke Pendapatan 2026


Minggu, 26 Juli 2026 / 13:28 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Targetkan Kontribusi Recurring Income 30% ke Pendapatan 2026
ILUSTRASI. Metropolitan Land (MTLA) membukukan marketing sales sebesar Rp 997 miliar di semster I-2026, atau hampir 50% dari target 2026 (DOK/MTLA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menargetkan kontribusi dari pendapatan berulang alias recurring income sebesar 30% ke pendapatan di tahun 2026.

Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan, segmen pengembangan properti dan recurring income sebenarnya sama-sama menjadi penopang kinerja Perseroan. 

MTLA juga tidak menggeser fokus ke salah satu segmen di era suku bunga tinggi.

“Untuk tahun 2026, kontribusi pendapatan ditargetkan sekitar 70% berasal dari segmen pengembangan properti dan 30% dari recurring income,” katanya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Dolar AS dan Minyak Membayangi, Intip Prospek Rupiah Senin (27/7)

Ke depan, MTLA mengaku akan terus mencermati perkembangan suku bunga Bank Indonesia (BI). 

Sebagai informasi, suku bunga BI ditahan di level 5,75% dala Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2026.

Hingga saat ini, MTLA juga belum merevisi target tahun 2026 karena permintaan dari segmen end-user masih ada.

“Ini didukung insentif PPN DTP serta program pembiayaan dari perbankan,” paparnya.

 

Sepanjang semester I-2026, MTLA membukukan marketing sales sebesar Rp 997 miliar. Angka ini telah mencapai hampir 50% dari target tahunan yang dibidik sebesar Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×