Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 mulai menunjukkan akselerasi menjelang berakhirnya masa penawaran.
Memasuki pekan terakhir, laju penjualan meningkat meski sebagian kuota masih cukup besar dan perlu dikejar hingga penutupan pada 16 September 2026.
Berdasarkan transaksi di mitra Bareksa hingga Rabu (9/9/2026), SR025 tenor tiga tahun telah terserap 68,94% dari kuota Rp 15 triliun. Nilai penjualannya mencapai sekitar Rp 10,34 triliun, dengan sisa kuota sekitar Rp 4,66 triliun.
Baca Juga: SIDO Bidik Pemulihan Kinerja pada Semester II Usai Penjualan Turun 19,8%
Sementara itu, SR025 tenor lima tahun baru terserap 47,83% dari kuota Rp 5 triliun. Penjualan tenor tersebut mencapai sekitar Rp 2,39 triliun, dengan sisa kuota sekitar Rp 2,61 triliun.
Secara keseluruhan, penjualan SR025 telah mencapai sekitar Rp 12,73 triliun dari total kuota awal Rp 20 triliun. Dengan posisi tersebut, pemerintah masih perlu mendorong penyerapan sekitar Rp 7,27 triliun dalam sisa masa penawaran.
Chief Operating Officer (COO), Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan, perkembangan penjualan SR025 justru menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Bareksa mencatat rata-rata tambahan penjualan nasional sekitar Rp 1 triliun per hari pada pekan ketiga masa penawaran.
"Ini menunjukkan minat investor terhadap SR025 masih cukup dinamis dan belum menunjukkan tanda-tanda melandai menjelang penutupan," kata Ni Putu kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).
Laju tersebut menjadi salah satu penopang optimisme terhadap penyerapan SR025 hingga masa penawaran berakhir. Jika momentum penjualan tetap terjaga pada hari-hari terakhir, tingkat serapan masih berpeluang meningkat signifikan dari posisi saat ini.
Bareksa pun melihat pola penjualan pada periode akhir masa penawaran cenderung menjadi salah satu momentum penting bagi penyerapan SBN ritel. Kondisi tersebut membuat ruang bagi SR025 untuk mengejar sisa kuota masih terbuka, terutama untuk tenor tiga tahun yang saat ini memiliki tingkat serapan lebih tinggi.
Ni Putu mengatakan, perkembangan penjualan beberapa hari terakhir menjadi sinyal positif bagi permintaan SR025. Bareksa memperkirakan penjualan tenor tiga tahun berpotensi terus meningkat dan mendekati kuota yang telah ditetapkan.
"Kami sebagai mitra distribusi cukup optimistis serapan akan terus terakselerasi di hari-hari tersisa," ujarnya.
Baca Juga: Indo Tambangraya (ITMG) Buka Peluang Investasi di Nikel dan Mineral Strategis
Adapun SR025 tenor lima tahun masih menghadapi ruang penyerapan yang lebih besar. Hingga Rabu (9/9), kuota yang belum terserap mencapai sekitar Rp 2,61 triliun. Meski begitu, Bareksa menilai permintaan terhadap tenor tersebut masih berpeluang meningkat menjelang penutupan.
Dengan sisa kuota sekitar Rp 7,27 triliun secara keseluruhan, capaian target awal SR025 akan sangat bergantung pada kemampuan penjualan mempertahankan akselerasi pada pekan terakhir. Bareksa tetap melihat peluang penyerapan yang lebih tinggi seiring semakin dekatnya batas akhir masa penawaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














