Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempersempit penurunan pada perdagangan Senin (14/9/2026), setelah sempat tertekan cukup dalam di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.
Mengutip data pasar, IHSG ditutup turun tipis 0,10% ke level 6.534,69. Padahal, IHSG sempat anjlok hingga menyentuh level terendah 6.371,39 pada perdagangan hari ini.
Penurunan IHSG kemudian mereda setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing di Pekan Pertama Juli 2026
Sentimen tersebut membantu pasar mempersempit pelemahan hingga akhir perdagangan.
Tekanan IHSG terutama berasal dari mayoritas sektor saham yang berada di zona merah.
Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 2,95%, diikuti energi 1,65%, infrastruktur 1,45%, barang baku 1,41%, barang konsumer non-primer 1,19%, dan transportasi 0,85%.
Selanjutnya, sektor teknologi turun 0,77%, properti dan real estat melemah 0,56%, serta barang konsumer primer turun tipis 0,04%.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang berhasil menguat, yakni sektor keuangan sebesar 0,55% dan perindustrian sebesar 0,45%.
Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Total volume transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 34,45 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,64 triliun.
Secara keseluruhan, sebanyak 429 saham ditutup melemah, sementara 219 saham menguat dan 141 saham stagnan.
Baca Juga: IHSG Menguat Dua Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (5/8)
Nah di tengah tekanan pada IHSG, asing justru banyak memborong saham-saham ini.
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Senin:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 199,89 miliar
2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 138,54 miliar
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 89,27 miliar
4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 45,51 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,47 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 30,35 miliar
7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 25,48 miliar
8. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 20,45 miliar
9. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 12,06 miliar
10. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 10,89 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














