kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Terungkap! Segini Saham BEI yang Bakal Danantara Genggam Saat Demutualisasi


Senin, 14 September 2026 / 16:12 WIB
Terungkap! Segini Saham BEI yang Bakal Danantara Genggam Saat Demutualisasi
ILUSTRASI. Danantara bakal mencaplok sekitar 69 saham atau setara dengan 40,12% saham BEI melalui skema rights issue.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arah rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin terang. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal menguasai saham pengelola pasar modal Indonesia.

Melansir dokumen pertemuan BEI dengan anggota bursa (AB) pada 9 September 2026, Danantara Indonesia bakal mencaplok sekitar 69 saham atau setara dengan 40,12% saham BEI melalui skema rights issue. 

Sementara setelah rights issue, AB akan memiliki 88 saham BEI atau setara dengan 51,16% sementara sisanya 4 saham atau 2,32% saham BEI akan dimiliki oleh non-anggota bursa. 

Baca Juga: Harga Emas Global Berpotensi Bangkit, Sinyal Bullish Mulai Terlihat

Per Juni 2026, pemegang saham BEI terdiri dari AB sebanyak 90 saham atau setara 87,38%. Sementara non anggota bursa memiliki 2 saham BEI atau setara 1,94% dan sisanya 11 saham atau 10,68% merupakan saham treasuri. 

Harga nominal saham BEI sebesar Rp 7,5 juta per saham, angka ini akan tetap sebelum maupun setelah rights issue. Total pemegang saham BEI akan meningkat menjadi 93 pihak.

Ini terdiri dari satu BPI Danantara melalui, PT Danantara Investment Management (DIM), 88 pemegang saham anggota bursa dan empat pemegang saham non-anggota bursa setelah SPAB dicabut atau nonaktif.

Adapun keempat pemegang saham non-anggota bursa itu ialah PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, PT Ekuator Swarna Sekuritas dan PT Paramitra Alfa Sekuritas yang saat ini dalam status suspensi. 

BEI pun juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Danantara. Yakni 6 Agustus 2026, kick-off due diligence. Adapun proses due diligence juga telah dilaksanakan pada 11 Agustus–11 September 2026. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah Lagi, Efisiensi APBN Jadi Sentimen Domestik

Bahkan, DIM menyampaikan informasi penunjukan Konsultan Valuasi, Konsultan Hukum dan Konsultan Strategi Bisnis dalam rangka Due Diligence melalui surat tanggal 11 Agustus 2026. 

Berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid dan Rekan, nilai pasar 100% ekuitas BEI per Desember 2025 ditaksir mencapai Rp 16,41 triliun atau setara Rp 176,47 miliar per saham.

Dibandingkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025, angka tersebut setara 1,85 kali ekuitas yang diatribusikan kepada entitas induk dan 1,74 kali total ekuitas konsolidasian.  Sementara terhadap laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang nilai ekuitasnya sudah lebih besar, rasionya turun menjadi 1,71 kali dan 1,60 kal.

KJPP secara konsisten menempatkan valuasi wajar BEI di kisaran 1,6–1,85 kali nilai buku. Sementara itu, informasi yang beredar menyebutkan Danantara menginginkan harga masuk di kisaran hanya 1,1 kali nilai buku. Ini jauh di bawah rentang yang direkomendasikan penilai independen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×