Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), emiten pengelola Pondok Indah Mall, menargetkan pertumbuhan kinerja positif hingga akhir 2026.
Wakil Presiden Direktur MKPI Jeffri Tanudjaja mengatakan, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan maupun laba di atas 10% pada tahun ini. Bisnis pusat perbelanjaan masih menjadi penopang utama kinerja MKPI.
"Ya, kontribusi terbesar masih dari penyewaan, khususnya mal sekitar 75%," ungkap Jeffri kepada Kontan.co.id, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat pada Rabu (2/9/2026), Cermati Sentimen Penggeraknya
Merujuk laporan keuangan perseroan, pendapatan dan penjualan neto MKPI mencapai Rp 1,36 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,20 triliun.
Kontributor utama pendapatan MKPI berasal dari pendapatan sewa yang mencapai Rp 1,04 triliun.
Segmen pusat perbelanjaan menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp 687,46 miliar.
Kemudian, pendapatan perkantoran mencapai Rp 145,43 miliar, hotel Rp 128,72 miliar, apartemen Rp 78,26 miliar, dan tanah Rp 8,21 miliar.
Sementara itu, sekitar Rp 320 miliar lainnya berasal dari penjualan. Kontribusinya meliputi penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp 143,31 miliar, makanan dan minuman Rp 91,71 miliar, listrik, air dan gas Rp 61,87 miliar, tiket taman air Rp 5,94 miliar, serta penjualan lainnya Rp 14,42 miliar.
Baca Juga: Lonjakan Harga Komoditas Memoles Kinerja Emiten Batubara
Jeffri mengatakan, perkembangan marketing sales MKPI hingga paruh pertama 2026 memang masih menunjukkan pertumbuhan yang melambat.
Karena itu, perseroan terus melakukan pengembangan pada segmen pusat perbelanjaan untuk menopang pertumbuhan kinerja ke depan.
Salah satunya melalui pengembangan Pondok Indah Mall 5 (PIM 5) yang mulai beroperasi pada April 2026.
Namun, kontribusi PIM 5 terhadap kinerja perseroan hingga saat ini masih belum maksimal lantaran tingkat keterisian tenant belum sepenuhnya optimal.
"PIM 5 baru beroperasi pada April 2026, dan tenant yang buka juga belum semua, jadi kontribusinya masih kecil," kata Jeffri.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Selasa (1/9), Nasdaq Anjlok 1,29% di Awal September
Siapkan capex Rp 300 miliar
Untuk mendukung pengembangan bisnis, MKPI menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 300 miliar pada 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di sejumlah pusat perbelanjaan milik perseroan serta sejumlah proyek pengembangan baru.
Beberapa rencana tersebut antara lain pembangunan jembatan penghubung Pondok Indah Mall 3 (PIM 3) dengan PIM 5, pembangunan gedung parkir di Pondok Indah Mall 1 (PIM 1), serta renovasi gedung bekas Transmart Lebak Bulus menjadi Pondok Indah Mall.
"Untuk rencana pembangunan jembatan penghubung PIM 3 ke PIM 5, pembangunan gedung parkir di PIM 1 dan renovasi gedung ex Transmart Lebak Bulus menjadi PIM," tandasnya.
Baca Juga: Obligasi Korporasi Catat Return Positif hingga Agustus 2026
Dari sisi profitabilitas, MKPI membukukan kinerja positif pada semester I-2026.
Perseroan mencatat laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp 594,38 miliar. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 yang mencapai Rp 480,12 miliar.
Dengan pengembangan pusat perbelanjaan, tambahan kontribusi PIM 5, serta investasi infrastruktur, MKPI optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 10% hingga akhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














