Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI | Editor: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Simak profil MKPI yang membagikan dividen jumbo bulan Juni-Juli 2026. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor pada Juni 2026.
Pasalnya, emiten properti pengelola kawasan Pondok Indah ini membagikan dividen tunai jumbo sebesar Rp950 per saham untuk tahun buku 2025.
Bagi investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tersebut, hari ini Senin, 22 Juni 2026 merupakan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
Artinya, investor masih dapat membeli saham MKPI pada tanggal ini dan tetap berhak menerima dividen yang akan dibayarkan perusahaan.
Baca Juga: CLPI Tebar Dividen Jumbo Rp170 per Saham: Cek Profil Emiten dan Kinerjanya
Pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.
Total dana yang disiapkan untuk pembayaran dividen mencapai sekitar Rp900,8 miliar atau setara 80% dari laba bersih tahun buku 2025.
Lalu, seperti apa profil dari emiten ini? Cek lini usaha emiten properti hingga kinerja terbarunya.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Profil Singkat Emiten MKPI
PT Metropolitan Kentjana Tbk merupakan perusahaan properti yang dikenal sebagai pengembang kawasan premium Pondok Indah di Jakarta Selatan.
Perseroan memiliki lini usaha utama berupa pengembangan properti residensial, pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, serta pengelolaan kawasan komersial terpadu.
Pada tahun 2025, MKPI membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,11 triliun. Perseroan juga memiliki saldo laba ditahan mencapai Rp7,75 triliun dengan total ekuitas sekitar Rp7,76 triliun.
Baca Juga: ROCK Masuk Saham HSC Tertinggi: Cek Profil Emiten Properti Ini
Lini Usaha MKPI
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) merupakan emiten properti yang dikenal sebagai pengembang kawasan terpadu Pondok Indah di Jakarta Selatan. Perseroan menjalankan beberapa lini usaha utama, yaitu:
- Pengembangan properti (property development), meliputi pembangunan perumahan, apartemen, ruko, dan kawasan komersial.
- Penyewaan properti investasi (property leasing), termasuk pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan area komersial.
- Pengelolaan pusat perbelanjaan, terutama melalui kompleks mal di kawasan Pondok Indah.
- Perhotelan dan jasa penunjang properti, termasuk pengelolaan aset dan fasilitas pendukung kawasan terpadu.
Kawasan Pondok Indah menjadi kontributor utama pendapatan MKPI, dengan sumber pendapatan yang relatif beragam antara penjualan properti dan pendapatan berulang (recurring income) dari sewa serta pengelolaan aset komersial.
Baca Juga: Laba PWON Tembus Rp2,35 Triliun per 2025, Cek Profil Emiten Properti Ini
Kinerja Keuangan MKPI Kuartal I 2026 (3M2026)
Melansir data BEI, MKPI mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp673,2 miliar, naik 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp634,7 miliar.
Laba kotor meningkat menjadi Rp369 miliar dari Rp339,7 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp394,4 miliar atau tumbuh 6,1% secara tahunan.
Kenaikan pendapatan dan profitabilitas tersebut mendorong laba bersih MKPI menjadi Rp293,5 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 17,6% dibandingkan laba bersih Rp249,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
Ringkasan Kinerja MKPI 3M2026
| Keterangan | 3M2026 | 3M2025 | YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp673,2 miliar | Rp634,7 miliar | +6,1% |
| Laba Kotor | Rp369,0 miliar | Rp339,7 miliar | +8,6% |
| EBITDA | Rp394,4 miliar | Rp371,9 miliar | +6,1% |
| Laba Bersih | Rp293,5 miliar | Rp249,5 miliar | +17,6% |
Baca Juga: Dividen SPTO Cum Date dengan Yield 12%, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Posisi Keuangan
Hingga akhir Maret 2026, MKPI memiliki total aset sebesar Rp9,87 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp8,06 triliun.
Saldo kas dan setara kas tercatat Rp3,18 triliun, menunjukkan posisi likuiditas yang kuat untuk mendukung ekspansi maupun pembagian dividen.
Kinerja kuartal I 2026 yang tumbuh dua digit pada laba bersih menjadi salah satu faktor yang mendukung kemampuan MKPI membagikan dividen tunai jumbo sebesar Rp950 per saham kepada pemegang saham pada tahun 2026.
Jadwal Dividen MKPI 2026
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 22 Juni 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 23 Juni 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 24 Juni 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 25 Juni 2026 |
| Recording Date (DPS) | 24 Juni 2026 |
| Tanggal Pembayaran Dividen | 15 Juli 2026 |
| Dividen per Saham | Rp950 |
Dividen MKPI Termasuk yang Terbesar Pekan Ini
Dalam daftar saham yang memasuki jadwal cum dividen pada 22-24 Juni 2026, MKPI termasuk salah satu emiten dengan nilai dividen per saham terbesar.
Perseroan membagikan Rp950 per saham atau setara Rp95.000 per lot sebelum pajak, jauh di atas sebagian besar emiten lain yang juga memasuki periode cum dividen pada pekan yang sama.
Dengan jadwal cum dividen yang jatuh pada 22 Juni 2026, investor yang ingin memperoleh dividen MKPI perlu memastikan kepemilikan saham sebelum perdagangan berakhir pada tanggal tersebut. Selanjutnya, dividen tunai akan dibayarkan kepada pemegang saham yang berhak pada 15 Juli 2026.
Tonton: Bahlil Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Tuntut PLN Tuntaskan Persoalan Teknis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













