Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Lebih lanjut, Wafi menilai sejumlah katalis masih dapat menopang kinerja emiten kertas pada paruh kedua tahun ini. Salah satunya adalah tren harga pulp global yang masih berpotensi menguat.
Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru memberikan keuntungan bagi emiten berbasis ekspor.
“Revenue mereka mayoritas dalam dolar AS, sementara sebagian biaya dalam rupiah. Ini jadi natural hedge yang cukup menguntungkan,” jelasnya.
Dari sisi emiten, Wafi menilai INKP lebih menarik dibandingkan TKIM karena memiliki skala bisnis yang lebih besar dan terintegrasi.
“INKP ini lebih unggul dari sisi integrasi pulp-to-paper, jadi punya fleksibilitas produk dan efisiensi biaya yang lebih baik,” katanya.
Ia pun merekomendasikan beli saham INKP dengan target harga Rp9.800 per saham.
Baca Juga: Laba Emiten Menara Kompak Melesat, Guyuran Cuan Fiber Optik Sukses Jadi Juru Selamat!
Senada, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai kinerja emiten kertas memang menunjukkan perbaikan solid, namun kualitas pertumbuhan laba perlu dicermati lebih dalam.
“Memang secara umum kinerja membaik, tapi lonjakan laba tidak sepenuhnya dari operasional karena ada kontribusi besar dari keuntungan selisih kurs,” ujarnya.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
