Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melonjak 4% dalam perdagangan Rabu 23 September 2026. Sebelumnya, Direktur perusahaan sekaligus anggota keluarga Bakrie yang merupakan pengendali saham BRMS membeli saham perusahaan tambang mineral tersebut.
Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), harga saham BRMS ditutup di Rp 695 naik 30 poin atau 4,51% secara harian. Kenaikan ini menghentikan pelemahan harga saham BRMS dalam sebulan terakhir yang tercatat masih turun 4,79%.
Sebelum lonjakan harga, terjadi aksi beli saham besar-besaran. Direktur BRMS, Adika Aryasthana Bakrie atau Arya Bakrie, membeli 750.500 saham perseroan pada Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (23/9/2026), pembelian saham BRMS tersebut dilakukan dengan harga Rp 665 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai sekitar Rp 499,08 juta.
Kenaikan harga saham BRMS memberikan keuntungan capital gain yang belum terealisasi kepada Arya Bakrie senilai Rp 22,5 juta. Ini berdasarkan selisih harga beli dan harga terkini saham BRMS.
Baca Juga: Direktur Perusahaan Beli 450.000 Saham, Harga Saham Hijau Ini Mendaki 13%
Arya Bakrie adalah putra dari Nirwan Dermawan Bakrie atau generasi ketiga dari Keluarga Bakrie. Grup Bakrie mengendalikan bisnis BRMS melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
4 Direksi Beli Saham BRMS
Aksi pembelian ini menambah daftar jajaran direksi BRMS yang melakukan akumulasi saham perseroan dalam 24 bulan terakhir. Manajemen menyebut empat direksi telah membeli lebih dari 5,2 juta saham BRMS dalam periode tersebut.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham, Adika Aryasthana Bakrie tercatat memiliki 750.500 saham BRMS setelah transaksi, dari sebelumnya nihil. Tujuan transaksi tersebut adalah investasi dengan kepemilikan saham secara langsung.
Dengan demikian, transaksi pada 22 September 2026 merupakan pembelian saham BRMS pertamanya yang dilaporkan, bukan sekadar penambahan dari kepemilikan sebelumnya. Hal ini juga dilaporkan oleh IDNFinancials.
Selain Arya Bakrie, tiga direksi lain yang disebut telah melakukan pembelian saham BRMS dalam 24 bulan terakhir adalah:
- Adrian Wicaksono
- Charles Daniel Gobel
- Herwin Wahyu Hidayat
Secara keseluruhan, empat direksi tersebut telah mengakumulasi lebih dari 5,2 juta saham BRMS. Manajemen perseroan menyatakan transaksi pembelian saham oleh jajaran direksi menunjukkan keyakinan terhadap prospek perusahaan ke depan.
Tonton: BREAKING NEWS! UPDATE ARAH KEBIJAKAN MONTER, BI TAHAN SUKU BUNGA
BRMS Tingkatkan Kapasitas Pabrik Emas Palu
Pembelian saham oleh jajaran direksi BRMS berlangsung di tengah pengembangan proyek tambang emas bawah tanah perseroan di Palu, Sulawesi Tengah.
Pada Agustus 2026, BRMS menyampaikan perkembangan pekerjaan konstruksi proyek tambang emas bawah tanah sekaligus peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas di Palu.
Kapasitas pabrik tersebut ditingkatkan dari sebelumnya 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, atau empat kali lipat dari kapasitas sebelumnya.
Peningkatan kapasitas pengolahan ini menjadi bagian dari pengembangan kegiatan operasional BRMS seiring persiapan penambangan emas bawah tanah.
Penambangan Bijih Emas Kadar Tinggi Ditargetkan Mulai 2027
BRMS menargetkan dapat memulai penambangan bijih berkadar emas tinggi dari tambang bawah tanah di Palu pada pertengahan 2027.
Bijih yang ditargetkan memiliki kadar emas sekitar 3,5 gram hingga 4,9 gram per ton (g/t).
Sebelumnya, BRMS juga menyampaikan kemajuan pembangunan tambang bawah tanah di Poboya, Palu, melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM). Berdasarkan laporan , penggalian terowongan dari portal telah mencapai lebih dari 975 meter, dengan kedalaman sekitar 140 meter dari permukaan tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














