Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meksi kinerja keuangan di paruh pertama 2026 tertekan, PT Astra International Tbk (ASII) masih membuka peluang pembagian dividen interim tahun buku 2026.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 12,53 triliun. Ini turun 19,22% secara tahunan dari posisi 30 Juni 2025 yang mencapai Rp 15,51 triliun.
ASII mencatat memiliki saldo laba yang belum dicadangkan sebesar Rp 83,59 triliun per 30 Juni 2025, yang naik sekitar 0,99% secara tahunan dari Rp 82,78 triliun. Sementara saldo laba yang telah dicadangkan mencapai Rp 425 miliar.
Baca Juga: Yield Lebih Rendah dari ORI030, SR025 Masih Dilirik Investor
Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti menjelaskan, Astra secara konsisten mendistribusikan dividen tunai kepada pemegang saham dari laba bersih setelah pajak.
Dia bilang besaran dividen yang dibagikan mempertimbangkan antara lain kondisi keuangan dan profitabilitas ASII, serta kebutuhan kas untuk mendukung kegiatan operasional dan investasi.
“Terkait apakah akan ada pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026, saat ini belum ada keputusan yang dapat kami sampaikan,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).
Tira menyebut, kebijakan mengenai pembagian dividen, termasuk waktu dan besarannya, akan ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan berbagai faktor.
Dari laba tahun buku 2025, ASII mengalokasikan sebesar Rp 15,66 triliun sebagai dividen tunai. Ini terdiri dari pembagian dividen interim sebesar Rp 3,96 triliun atau Rp 98 per saham.
Dengan demikian dividen final yang dibagikan ASII mencapai Rp 292 per saham. Adapun di sepanjang 2025, ASII berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 32,76 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














