CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Investor SR025 Tak Sekadar Kejar Imbal Hasil, Tenor Pendek Lebih Diminati


Rabu, 09 September 2026 / 16:37 WIB
Investor SR025 Tak Sekadar Kejar Imbal Hasil, Tenor Pendek Lebih Diminati
ILUSTRASI. Minat investor terhadap Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 menunjukkan preferensi yang cukup kuat terhadap instrumen dengan tenor lebih pendek (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor terhadap Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 menunjukkan preferensi yang cukup kuat terhadap instrumen dengan tenor lebih pendek. Selain imbal hasil, investor mempertimbangkan periode investasi, keamanan dana, serta kepastian pembayaran imbal hasil dari instrumen yang diterbitkan pemerintah.

Hal tersebut terlihat dari penjualan SR025 melalui mitra distribusi Bibit. Hingga Rabu (9/9/2026), SR025 tenor tiga tahun telah terjual 69% dari kuota Rp 15 triliun. Sementara itu, SR025 tenor lima tahun telah terserap 47,8% dari kuota Rp 5 triliun.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, mengatakan tenor tiga tahun menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor Bibit dibandingkan tenor lima tahun.

"Permintaan yang T3 lebih besar dengan perbandingan 4:1 dibandingkan yang T5," kata William kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).

Menurut William, perbedaan tingkat imbal hasil bukan menjadi satu-satunya faktor yang menentukan pilihan investor. Jangka waktu investasi juga menjadi pertimbangan penting karena tenor tiga tahun dinilai memberikan proyeksi investasi yang lebih mudah.

Baca Juga: Persiapan Bursa Mineral & Komoditas Strategis, OJK Evaluasi Data & Interoperabilitas

"T3 lebih menarik karena sebenarnya imbal hasilnya tidak jauh berbeda dari yang T5. Investor lebih suka yang jangka pendek karena proyeksinya lebih terlihat, merasa lebih secure," ujarnya.

William menjelaskan, preferensi terhadap tenor tiga tahun salah satunya dipengaruhi oleh keinginan investor untuk menempatkan dana dalam periode yang lebih singkat. Dengan jangka waktu tersebut, investor dinilai lebih mudah memperkirakan kebutuhan dan tujuan investasinya.

Di sisi lain, William menilai investor yang membeli SR025 melalui Bibit sudah cukup memahami mekanisme investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

"Investor paham mekanismenya, termasuk soal keamanan dan kepastian imbal hasil yang dijamin Negara," kata William.

Dari sisi profil investor, pembeli SR025 di Bibit berasal dari kelompok usia yang cukup beragam. William mengatakan mayoritas investor berada pada rentang usia 18–40 tahun.

Meski demikian, investor berusia di atas 40 tahun juga mulai menunjukkan kepercayaan untuk berinvestasi pada SBN ritel melalui Bibit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap SR025 tidak hanya berasal dari investor usia muda.

Baca Juga: Kejar Produksi Batubara 22,9 Juta Ton, UBS Naikkan Target Harga ITMG Jadi Rp 30.000

William menambahkan, karakteristik investor turut memengaruhi preferensi terhadap pilihan tenor. Investor yang lebih mengutamakan fleksibilitas periode investasi cenderung melihat SR025 tenor tiga tahun sebagai pilihan yang lebih sesuai dengan proyeksi keuangan mereka.

Sementara itu, permintaan terhadap SR025 masih berpeluang meningkat menjelang berakhirnya masa penawaran pada 16 September 2026. Bibit memperkirakan transaksi dapat kembali meningkat pada hari-hari terakhir periode penawaran.

"Kalau dari pengalaman sebelumnya, beberapa hari terakhir sebelum masa penawaran berakhir, akan terjadi lonjakan permintaan," pungkas William.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×