kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Kinerja Ancol (PJAA) Tertekan pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya


Kamis, 16 April 2026 / 17:55 WIB
Kinerja Ancol (PJAA) Tertekan pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Rugi PJAA mencapai Rp 38,8 miliar di Q1 2026. Ketidakpastian ekonomi dan low season jadi pemicu. Simak proyeksi dan rekomendasi sahamnya. (ANTARA/RENO ESNIR)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA ) mencatat kinerja yang tertekan pada kuartal I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Kamis (16/4/2026), pendapatan usaha PJAA tercatat sebesar Rp 207,58 miliar pada kuartal I-2026, turun tipis 1,52% dari Rp 210,80 miliar pada kuartal I-2025.

Secara rinci, pendapatan usaha ditopang oleh segmen penjualan tiket sebesar Rp 126,13 miliar, hotel dan restoran Rp 15,85 miliar, serta pendapatan usaha lainnya Rp 66,22 miliar.

Dari sisi bottom line, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 38,80 miliar, melonjak dari Rp 11,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Manager Corporate Communication PJAA, Daniel Windriatmoko, menjelaskan tekanan kinerja pada awal tahun ini dipengaruhi oleh faktor low season yang bertepatan dengan Ramadan serta tingginya curah hujan. Kondisi tersebut memicu fenomena leisure substitution, di mana masyarakat cenderung menunda atau mengalihkan aktivitas rekreasi.

"Selain itu, ketidakpastian ekonomi makro global, termasuk tensi geopolitik, turut menekan daya beli dan membuat masyarakat lebih selektif dalam pengeluaran leisure," kata Daniel kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Kantongi Restu Pemegang Saham, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Angkat Dirut Baru

Lebih lanjut, Daniel menyebutkan bahwa periode libur Lebaran memberikan kontribusi sekitar Rp 43 miliar atau setara 20% dari total pendapatan kuartal I-2026 yang mencapai Rp 207,58 miliar.

Namun, kontribusi ini belum cukup untuk menutup penurunan selama bulan puasa. Ditambah lagi, momentum Lebaran yang jatuh di penghujung kuartal membuat dampaknya terhadap kinerja belum optimal.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menambahkan penurunan kinerja PJAA pada kuartal I-2026 terutama disebabkan oleh kombinasi pendapatan yang stagnan dan kenaikan beban operasional.

"Penurunan pendapatan yang tipis menunjukkan traffic pengunjung belum pulih signifikan, sementara lonjakan rugi mengindikasikan adanya tekanan dari sisi biaya seperti operasional wahana, maintenance, serta kemungkinan peningkatan biaya tenaga kerja dan utilitas," ujar Azis kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).

Azis juga menyoroti momentum Lebaran kemungkinan belum optimal tercermin di kinerja kuartal I-2026, karena momen libur bisa jatuh di akhir kuartal atau bahkan overlap ke kuartal berikutnya.

Selain itu, daya beli masyarakat yang masih terbatas serta pergeseran pola konsumsi ke alternatif hiburan lain juga membuat efek Lebaran tidak sekuat sebelumnya dalam mendorong lonjakan pendapatan.

Prospek Kinerja 2026

Daniel melihat prospek kinerja PJAA sepanjang 2026 masih berpeluang membaik dengan potensi rebound yang cukup kuat. Hal ini akan didorong oleh empat strategi utama.

Pertama, meningkatkan value per visitor melalui kemudahan akses, peningkatan pengalaman pengunjung, serta kolaborasi untuk mendorong belanja per pengunjung.

Kedua, optimalisasi aset dan pengembangan sumber pendapatan baru (new revenue engine) guna memperkuat profitabilitas sekaligus mendiversifikasi pendapatan dan ekosistem kawasan.

 

Ketiga, penerapan pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making untuk meningkatkan efektivitas strategi melalui analisis dan insight pengunjung.

Keempat, memperluas kerja sama dengan mitra strategis guna mempercepat pengembangan kawasan dan menciptakan nilai tambah.

Sementara itu, Azis menilai prospek PJAA di sisa tahun 2026 masih berpotensi membaik secara bertahap, didukung oleh periode high season seperti libur sekolah dan akhir tahun.

Faktor pendorong kinerja antara lain peningkatan jumlah pengunjung, inovasi wahana, serta acara khusus. Sementara faktor pemberat meliputi biaya operasional yang tinggi dan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi domestik.

"Tantangan tetap ada dari sisi daya beli masyarakat dan persaingan destinasi wisata," ungkap Azis.

Azis merekomendasikan trading buy saham PJAA dengan target harga di level Rp 590, dan support Rp 520-Rp 500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×