CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekspansi Bisnis Hidrogen, Jadi Katalis Positif Bagi Perusahaan Gas Negara (PGAS)


Selasa, 21 Juli 2026 / 15:22 WIB
Ekspansi Bisnis Hidrogen, Jadi Katalis Positif Bagi Perusahaan Gas Negara (PGAS)
ILUSTRASI. PGN (PGAS) Salurkan 133 MMSCFD Gas Lewat Stasiun Bojonegara (DOK/PGN)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dinilai masih menarik di tengah langkah PGAS memperluas bisnis melalui pengembangan industri gas dan proyek hidrogen berbasis gas alam. 

Analis menyebut, meski dampak finansialnya diperkirakan belum signifikan dalam jangka pendek, ekspansi ini dinilai menjadi fondasi pertumbuhan baru bagi PGAS di masa mendatang.

Seperti diketahui, PGAS berencana melakukan penambahan kegiatan usaha pada anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), ke dalam sektor industri gas industri (KBLI 20112) dengan nilai investasi sebesar US$ 16,31 juta. 

Baca Juga: Penjualan Rata-rata Aspirasi Hidup (ACES) Naik 2,2% di Semester I-2026, Ini Motornya

Aksi korporasi ini mencakup pembangunan fasilitas hydrogen plant yang diproyeksikan memberikan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar US$ 1,68 juta.

Pengembangan hydrogen plant tersebut akan menggunakan bahan baku gas alam dan teknologi Steam Methane Reforming (SMR). Adapun, target utama konsumen proyek itu adalah industri oleokimia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendapatan dan dukungan terhadap penerapan green energy guna mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060. 

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ester Mulyani, berpandangan langkah tersebut akan memperluas model bisnis PGAS, dari yang selama ini berfokus pada transmisi dan niaga gas menjadi penyedia solusi energi bagi sektor industri.

Menurut Ester, proyek hidrogen tersebut juga berpotensi menciptakan permintaan gas baru secara berkelanjutan karena gas alam akan menjadi bahan baku utama dalam proses produksinya.

“Target awalnya adalah industri oleokimia melalui skema anchor customer, sehingga risiko tidak terserapnya produksi dapat lebih terjaga. Proyek juga akan didanai dari kas internal Pertagas, sehingga tekanan terhadap struktur utang PGAS relatif terbatas,” ungkap Ester kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Ester menambahkan, pendanaan proyek yang berasal dari kas internal Pertagas juga membuat tekanan terhadap struktur utang PGAS relatif terbatas.

Baca Juga: Harga LNG Dipangkas, Maybank Pertahankan Rekomendasi Beli Saham PGN (PGAS)

Meski demikian, Ester memperkirakan kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan dan laba PGAS belum akan terasa signifikan dalam waktu dekat. Hal ini mengingat nilai investasinya masih relatif kecil dibandingkan total aset PGAS yang mencapai sekitar US$ 6,2 miliar dan ekuitas sebesar US$ 3,72 miliar per Maret 2026.

"Jadi, dampaknya untuk saat ini lebih bersifat strategis sebagai pembentukan sumber pertumbuhan baru, sedangkan bisnis niaga dan transmisi gas masih akan menjadi kontributor utama," jelasnya.

Ester mencatat, pada kuartal I-2026, segmen niaga dan transmisi gas masih menyumbang sekitar 86% dari total pendapatan PGAS, sehingga kinerja perseroan dalam jangka pendek masih akan sangat bergantung pada bisnis inti tersebut.

Ke depan, ekspansi ke bisnis hidrogen dan industri gas dinilai dapat menjadi salah satu katalis positif bagi PGAS seiring meningkatnya kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan, meski investor tetap perlu mencermati perkembangan realisasi proyek dan kontribusinya terhadap kinerja perseroan.

Sejumlah analis pun memberikan strategi investasi berikut kepada investor: Analis UBS Sekuritas Indonesia Timothy Handerson memberikan rekomendasi untuk buy saham PGAS dengan target harga Rp 1.960 per saham. 

Kemudian Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, memberikan rekomendasi untuk buy saham PGAS dengan target harga Rp 2.200 per saham. 

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (13 Juli 2026), BRPT dan PGAS Jadi Sorotan

Sementara itu, Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia, Arnanto Januri, memberikan rekomendasi untuk overweight PGAS dengan target harga Rp 2.150 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×