kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Keluar dari Indeks FTSE Russell, Cermati Rekomendasi Saham ALII dan SILO


Jumat, 18 September 2026 / 05:25 WIB
Keluar dari Indeks FTSE Russell, Cermati Rekomendasi Saham ALII dan SILO
ILUSTRASI. Siloam Hospitals (DOK/IST). ALII dan SILO keluar dari indeks FTSE Russell mulai 21 September 2026. Tekanan jual berpotensi meningkat saat investor melakukan rebalancing.


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

Pada semester I 2026, pendapatan SILO tumbuh sekitar 10,8% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat sekitar 27,9%. Elandry menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja fundamental SILO masih solid meski sahamnya menghadapi sentimen negatif dari perubahan indeks.

Sementara itu, ALII memiliki karakter bisnis yang lebih siklikal karena bergerak di bidang logistik batu bara. Kinerja perusahaan berkaitan erat dengan volume angkutan, aktivitas pertambangan, harga komoditas serta kontrak logistik yang diperoleh.

Kevin masih melihat prospek operasional ALII cukup baik dengan pendapatan dan laba yang tumbuh. Namun, sensitivitas terhadap aktivitas pertambangan membuat kinerja ALII lebih mudah terpengaruh perubahan siklus komoditas dibandingkan SILO.

Setelah proses rebalancing selesai, perhatian pasar berpotensi kembali bergeser ke kinerja fundamental masing-masing emiten. Karena itu, tekanan harga akibat keluarnya dari indeks tidak serta-merta mencerminkan perubahan prospek bisnis kedua perusahaan.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp 500 Miliar Untuk Buyback, Intip Rekomendasi Saham Kalbe (KLBF)

Bagi investor, Kevin menyarankan sikap wait and see hingga tekanan sentimen dari perubahan indeks mereda. Elandry juga menyarankan investor menunggu terbentuknya level support baru sebelum melakukan akumulasi.

Elandry mencermati SILO pada kisaran target harga Rp3.300-Rp3.500 per saham dan ALII pada Rp1.450-Rp1.550 per saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2026), saham SILO turun 1,24% ke Rp1.995 per saham. Sementara saham ALII melemah 1,38% menjadi Rp715 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×