kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.948   -64,00   -0,36%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto


Jumat, 12 Juni 2026 / 07:50 WIB
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto
ILUSTRASI. SPACEX-IPO/ASIA-MARKETS (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) terbesar dunia berpotensi memicu pergeseran aliran dana dari pasar kripto ke pasar saham Amerika Serikat (AS).

Salah satu Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime, menilai langkah IPO yang disiapkan oleh SpaceX, OpenAI, dan Anthropic berpotensi menciptakan tekanan likuiditas jangka pendek di pasar aset digital.

Baca Juga: Harga Melemah Usai Naik Tinggi: Tenang, Ada Dividen AGII Rp 1.142 per Lot

Ketiga perusahaan tersebut diperkirakan memiliki total valuasi mendekati US$ 3 triliun. SpaceX disebut memiliki valuasi sekitar US$ 1,5 triliun hingga US$ 1,75 triliun dan berpotensi menghimpun dana hingga US$ 75 miliar melalui IPO.

Sementara itu, OpenAI diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$ 850 miliar, sedangkan Anthropic berada pada kisaran US$ 380 miliar hingga US$ 965 miliar.

Besarnya skala IPO tersebut dinilai dapat menarik minat investor global untuk mengalokasikan sebagian dana mereka ke pasar saham AS, terutama ke sektor teknologi dan AI yang saat ini menjadi pusat perhatian pasar.

Baca Juga: Dividen Rp 600 Miliar Lebih, Harga Saham Properti (PWON) Bangkit 3% Usai Melemah 24%

Kripto Berpotensi Kehilangan Likuiditas Jangka Pendek

Momentum IPO tersebut datang ketika pasar kripto masih bergerak tanpa arah yang jelas.

Berdasarkan data CoinMarketCap per 12 Juni 2026 pukul 07.15 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 63.555.

Dalam sebulan terakhir, aset kripto terbesar tersebut telah terkoreksi sekitar 21% dan sempat menyentuh level US$ 59.000 dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: BRI Danareksa Rekomendasikan Saham DSSA, MBMA, dan BBNI untuk Trading Jumat (12/6)

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, kondisi pasar kripto yang masih bergerak sideways berpotensi memperbesar peluang terjadinya rotasi dana ke instrumen investasi baru yang menawarkan prospek pertumbuhan lebih tinggi.

"Dalam jangka pendek, kondisi ini berpotensi menarik sebagian likuiditas dari berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto," ujar Ryan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, banyak investor institusi maupun ritel kemungkinan akan melakukan rebalancing portofolio guna memperoleh eksposur terhadap saham-saham baru dari perusahaan AI dan teknologi berkapitalisasi besar tersebut.

Fenomena tersebut, lanjut Ryan, merupakan dinamika yang lazim terjadi ketika pasar memperoleh katalis investasi baru dengan potensi pertumbuhan yang besar.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melonjak Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Dampak Jangka Panjang Dinilai Tetap Positif

Meski berpotensi menekan pasar kripto dalam jangka pendek, Bittime menilai perpindahan likuiditas tersebut tidak serta-merta menjadi ancaman bagi aset digital dalam jangka panjang.

Ryan menilai setelah euforia IPO mereda, sebagian dana berpotensi kembali mengalir ke pasar kripto, terutama apabila aset digital kembali menunjukkan tren kenaikan yang didukung fundamental yang kuat.

Baca Juga: 2 Tahun Absen, Saham Farmasi PEHA Siap Bagikan Dividen, Cek Rinciannya!

"Investor akan selalu mencari peluang pertumbuhan terbaik. Namun ketika euforia IPO mereda, sebagian modal tersebut berpotensi kembali masuk ke aset digital, terutama jika pasar kripto kembali menunjukkan momentum penguatan," katanya.

Menurut Bittime, gelombang IPO perusahaan teknologi dan AI berpotensi menjadi salah satu katalis terbesar pasar keuangan global pada 2026.

Selain mendorong pergeseran alokasi dana investasi, fenomena tersebut juga mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor inovasi teknologi dan ekonomi digital yang pada akhirnya dapat memberikan efek positif terhadap perkembangan ekosistem aset digital.

Minat Investor Indonesia pada Aset Tokenisasi Meningkat

Bittime juga mencatat adanya peningkatan minat investor Indonesia terhadap aset tokenisasi atau real-world assets (RWA) yang memberikan akses terhadap instrumen global.

Baca Juga: Investor Kripto Indonesia Tumbuh 50%, Industri Fokus Perkuat Literasi Digital

Beberapa aset tokenisasi yang disebut paling banyak diminati pengguna Bittime saat ini antara lain: Tether Gold, Silver Token, SP500 Tokenized ETF, Tesla Tokenized Stock, dan Nasdaq Tokenized ETF.

Menurut Ryan, tren tersebut menunjukkan investor domestik semakin aktif mencari diversifikasi investasi melalui berbagai instrumen global, mulai dari komoditas, saham teknologi, hingga indeks pasar saham AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×