kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Perang di Timur Tengah Menguji Ketahanan Pasar Kripto


Kamis, 05 Maret 2026 / 06:15 WIB
Perang di Timur Tengah Menguji Ketahanan Pasar Kripto


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran kembali mengguncang pasar keuangan global. Pasar kripto yang beroperasi 24 jam menjadi salah satu barometer paling cepat dalam mencerminkan perubahan sentimen investor. 

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi ke US$ 63.100 pada akhir pekan, lalu melonjak ke US$ 70.000 di awal pekan sebelum bergerak di kisaran US$68.000. Kapitalisasi pasar kripto global tercatat sekitar US$ 2,33 triliun.

Direktur utama Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), Subani, menilai konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak pada harga kripto. 

Ia menceritakan harga kripto terkoreksi cukup dalam pada awal konflik geopolitik, tetapi dengan cepat bisa naik kembali dan sekarang sudah lebih stabil dibandingkan saat koreksi sebelumnya. 

Baca Juga: Setelah Harga Rontok, Analis Rekomendasi Beli 3 Saham Ini

"Jadi kadang-kadang kalau di kripto itu tidak bisa diprediksi secara cepat dan tepat," ujar Subani pada Rabu (4/3/2026). 

Subani juga mengungkap volatilitas harga kripto sering dikaitkan dengan siklus empat tahunan, tetapi faktor lain seperti sentimen pasar dan kondisi global tetap memiliki peran yang signifikan. 

Sebagai informasi, siklus empat tahunan kripto merujuk pada pola pergerakan harga yang mengikuti peristiwa halving Bitcoin, yakni ketika imbalan penambang dipangkas setengah sehingga jumlah koin baru yang masuk ke pasar berkurang. Secara historis, pengurangan pasokan ini kerap diikuti fase kenaikan harga, kemudian koreksi dan masa akumulasi sebelum mendekati halving berikutnya. Namun, pola tersebut tidak selalu bergerak seragam.

Baca Juga: Wall Street Naik Ditopang Harapan Diplomasi Iran, Sektor Teknologi Memimpin Rebound

Di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, CFX mencatat sampai saat ini jumlah konsumen kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang dan 983 korporasi memiliki aset digital dalam portofolio investasinya. Adapun, nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×