CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Investor Asing Jual Jutaan Saham, Harga Saham Ini Malah Naik


Jumat, 11 September 2026 / 05:42 WIB
Investor Asing Jual Jutaan Saham, Harga Saham Ini Malah Naik
ILUSTRASI. Investor Asing Jual Jutaan Saham, Harga Saham Ini Malah Naik


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. UBS AG London Branch mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Harga saham CPIN malah naik setelah pengurangan pemilikan oleh investor asing.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (10/9/2026), UBS melakukan transaksi penjualan saham CPIN pada 7 September 2026.

UBS melepas sebanyak 3.541.747 saham CPIN dengan harga transaksi Rp 3.220 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sekitar Rp 11,4 miliar. 

Harga saham CPIN pada perdagangan Kamis 10 September 2026 ditutup di Rp 3.280 naik 20 poin atau 0,61% secara harian. Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham CPIN terakumulasi meningkat 5,81%.

Manajemen CPIN menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan UBS untuk kebutuhan lindung nilai atau hedging atas aktivitas perdagangan derivatif klien. Status kepemilikan saham UBS di CPIN merupakan kepemilikan langsung.

Pasca transaksi, jumlah saham CPIN yang dimiliki UBS turun menjadi 982.737.000 saham. Jumlah tersebut setara dengan 5,99% hak suara.

Sebelum transaksi, UBS tercatat memiliki 986.278.747 saham CPIN atau setara 6,01% hak suara.

Dengan demikian, UBS melepas sekitar 0,02 poin persentase kepemilikannya di CPIN. Transaksi tersebut juga membuat posisi UBS tetap berada di atas ambang kepemilikan 5%.

Baca Juga: 4 BUMN Tambang Gencar Investasi, Saham Apa yang Paling Layak Dibeli?

Kinerja CPIN Tumbuh

Di tengah aksi jual UBS, kinerja keuangan CPIN sepanjang semester I-2026 masih menunjukkan pertumbuhan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan neto CPIN mencapai Rp 39,42 triliun pada semester I-2026. Realisasi tersebut meningkat 19,23% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp 33,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut menopang kenaikan laba bersih perseroan.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih CPIN mencapai sekitar Rp 3,7 triliun hingga semester I-2026. Angka tersebut melonjak 95,13% yoy dari Rp 1,9 triliun pada semester I-2025.

Kinerja tersebut menunjukkan penguatan profitabilitas CPIN pada paruh pertama 2026, meski pergerakan harga sahamnya masih menghadapi tekanan sepanjang tahun berjalan.

Aksi jual UBS kali ini tidak serta-merta dapat diartikan sebagai pandangan negatif terhadap fundamental CPIN. Pasalnya, berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, transaksi tersebut dilakukan untuk kebutuhan hedging terkait perdagangan derivatif klien.

 

Pilot Malaysia Ditangkap Lagi, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×