CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

IHSG Rawan Terkoreksi, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Jumat (11/9)


Jumat, 11 September 2026 / 06:17 WIB
Diperbarui Jumat, 11 September 2026 / 06:19 WIB
IHSG Rawan Terkoreksi, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Jumat (11/9)
ILUSTRASI. IHSG Menguat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Jumat (11/9/2026).

Tekanan sentimen global berpotensi kembali membebani pasar saham, terutama jika kenaikan harga minyak dan yield US Treasury terus berlanjut.

Pada perdagangan Kamis (10/9), IHSG terkoreksi 1,33% ke level 6.589,34. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham global dan regional Asia yang berada di zona merah.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih memiliki bias melemah. Pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan harga minyak dan pasar obligasi Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Selasa (8/9)

Konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia mendekati US$ 100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter.

"Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus mempersempit ruang pelonggaran moneter," ujar Reza, Kamis (10/9).

Tekanan juga datang dari kenaikan yield US Treasury 10 tahun yang mencapai sekitar 4,84%. Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat aset berbasis dolar AS relatif lebih menarik dan dapat mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Dari sisi teknikal, Reza melihat IHSG telah kembali berada di bawah level 6.600. Jika indeks belum mampu kembali menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut, risiko koreksi lanjutan masih terbuka.

Dalam skenario tersebut, IHSG berpotensi turun menuju area 6.475-6.375. Sementara itu, level 6.600 menjadi resistance terdekat, disusul 6.700.

Baca Juga: Kinerja Emiten Sawit Ditopang Lonjakan Harga CPO, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga melihat tekanan IHSG pada perdagangan sebelumnya berasal dari pelemahan sejumlah sektor, terutama energi dan keuangan. Sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar turut mengalami koreksi cukup dalam.

Meski demikian, Herditya masih melihat peluang IHSG menguat pada perdagangan Jumat. Ia menempatkan level 6.576 sebagai support dan 6.616 sebagai resistance.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap tekanan dari sentimen eksternal. Investor juga akan mencermati rilis data inflasi AS atau US Consumer Price Index (CPI) Agustus 2026 pada Jumat waktu setempat.

Selain data inflasi AS, pergerakan rupiah serta harga komoditas, khususnya minyak mentah dan batubara, menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Volatil pada Jumat (11/9), Analis Cermati CPI AS dan Konflik AS-Iran

Untuk perdagangan Jumat, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham CDIA dengan kisaran harga Rp 730-Rp 760 per saham, UNTR pada Rp 27.400-Rp 27.925 per saham, serta DEWA pada Rp 496-Rp 530 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×