kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Indofarma akan luncurkan 33 non generik di 2018


Jumat, 22 Desember 2017 / 14:59 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) ke depan berencana meluncurkan 33 produk non-generik yang bisa menghasilkan keuntungan lebih tebal. Saat ini proporsi pendapatan INAF masih banyak berasal dari obat generik yang marginnya hanya sekitar 4%-5%. Padahal biaya produksi obat generik ini bisa mencapai 18%.

Arie Genipa, Sekretaris Perusahaan Indofarma menjelaskan, selain mengeluarkan obat baru, INAF juga akan mengaktifkan kembali tiga pabrik yang mangkrak. Ketiga pabrik tersebut tak berjalan dengan baik karena masih penyelesaian tahapan kewajiban menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Tiga pabrik itu berlokasi di Cikarang Barat. Di antaranya ada pabrik produksi pabrik antibiotik beta-laktam, pabrik steril dan juga pabrik herbal. Saat ini, Indofarma masih fokus mengadakan bahan baku alam atau ekstraksi untuk memproduksi obat herbal belum pada produksi bahan baku kimia. 

"Saat ini kami sudah dapat kontrak untuk ekspor ekstrak bahan baku herbal ke Italia," katanya.

Indofarma juga akan renovasi fasilitas produksi steril. INAF akan gandeng mitra asing untuk pengembangan Research and Development. Omzet dari lini bisnis ini diperkirakan bila sudah berjalan bisa mencapai Rp 100 miliar dalam setahun pasca beroperasi.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×