kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MSCI Umumkan Rebalancing Index Periode Mei, Begini Efeknya ke IHSG


Jumat, 15 Mei 2026 / 12:00 WIB
MSCI Umumkan Rebalancing Index Periode Mei, Begini Efeknya ke IHSG
ILUSTRASI. IHSG Tumbang Setelah Pengumuman Rebalancing MSI, 13 Mei 2026 (AI/ChatGPT/Wahyu Tri Rahmawati)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang setelah pengumuman rebalancing indeks MSCI. Pada Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup anjlok 135,58 poin atau 1,98% ke level 6.723,32 pada akhir perdagangan.

Dalam pengumuman rebalancing kali ini, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes. Yakni, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Walaupun keluar dari MSCI Global Standard Indexes, MSCI memutuskan untuk memindahkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Indexes.

Baca Juga: Nusatama (NTBK) Siap Rights Issue Rp 500 Miliar, Perkuat Bisnis EV Truck dan Akuisisi

Sementara pada MSCI Small Cap Indexes, MSCI mengeluarkan 13 saham. Mereka ialah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Kemudian ada saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Lalu saham PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG).

Perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Fath Aliansyah Budiman, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas mengatakan, tidak semua saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Indexes. Ia bilang, masih ada sekitar 11 saham Indonesia yang tetap dalam MSCI Global Standard Indexes. Lalu, masih ada sekitar 41 saham dalam MSCI Small Cap Indexes. Meski saham – saham yang masih di dalam indeks diperkirakan tetap terkena outflow, namun hal ini lebih baik daripada Indonesia turun ke frontier market. 

Baca Juga: RALS Beri Dividen Rp 50/Saham, Lo Kheng Hong Cuan Rp 10 Miliar

“Jadi mereka yang stay di dalam MSCI itu kemungkinan besar akan memimpin rally atau pergerakan positif,” ucap Fath, Rabu (13/5/2026). 

Fath melihat kondisi ini bisa menjadi buying opportunity buat saham – saham yang secara fundamental tidak ada masalah. Sebab, tekanan jual yang terjadi saat ini sifatnya bukan karena fundamental. Akan tetapi lebih ke arah adanya perubahan yang terjadi di global indeks. 

Lebih lanjut jika dilihat dari nama – nama yang masih ada di dalam MSCI Global Standard Indexes, masih ada sektor perbankan seperti saham BBCA, BMRI, BBRI dan ASII yang kemungkinan besar bisa memberikan pergerakan positif. Lalu, ada saham BRPT yang menjadi satu – satunya saham di bawah grup Prajogo Pangestu yang masih ada di Global standard Indexes. 

Sedangkan di Small Cap Indexes, Fath memperkirakan pergerakan saham – sahamnya mungkin akan mixed. Namun saham PTRO bisa menjadi salah satu kandidat yang bisa melanjutkan rally di beberapa waktu terakhir ini. 

“Kalau melihat keadaannya saat ini karena semuanya sudah priced in, sudah terefleksi, Bahkan masih banyak nama – nama yang ada di dalam indeks, seharusnya mereka bisa menahan dulu penurunan yang ada saat ini. Mungkin juga mereka bisa membantu memimpin pergerakan indeks dan mereka yang dikeluarkan cepat atau lambat tekanan jualnya akan selesai dan mereka juga akan mengejar ketertinggalan rally. Jadi seharusnya secara keseluruhan ini harusnya positif buat IHSG,” jelas Fath.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×