kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Elnusa (ELSA) Berpeluang Raih Kinerja Positif Selepas Kuartal I-2026


Jumat, 15 Mei 2026 / 18:39 WIB
Elnusa (ELSA) Berpeluang Raih Kinerja Positif Selepas Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PT Elnusa Tbk ELSA (Dok/ELSA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang kuartal I-2026, meski terdapat tekanan dari sisi kinerja keuangan. Prospek kinerja ELSA nantinya akan dipengaruhi oleh aktivitas jasa hulu migas dan permintaan energi di dalam negeri.

Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo menegaskan, capaian ini merupakan bagian dari kontribusi aktif ELSA dalam mendukung ketahanan energi nasional. 

“Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, Elnusa terus berkomitmen menghadirkan layanan yang andal dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, guna memastikan kelancaran distribusi dan keberlanjutan pasokan energi di Indonesia,” ujar Andri dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5).

Baca Juga: Sentuh Level Terendah Sepanjang Sejarah, Begini Prospek Rupiah ke Depan

Kinerja positif ELSA terutama didorong oleh segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. 

Hingga akhir Maret 2026, volume throughput jasa transportasi bahan bakar meningkat sebesar 22% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini turut didukung oleh peningkatan aktivitas distribusi energi yang tercermin dari realisasi transportasi mencapai 7 juta kiloliter, pengelolaan depot bahan bakar minyak sebesar 965.000 kiloliter dan LPG sebanyak 31.000 ton, serta penjualan BBM industri maritim dan pelumas yang mencapai 52.000 ribu kiloliter. 

Selain itu, distribusi bahan kimia tercatat sebesar 31.550 drum, sementara fuel retail mencapai 3.000 kiloliter.

Pada lini jasa hulu migas terintegrasi, ELSA mencatatkan kinerja operasional yang stabil melalui aktivitas survei seismik 3D seluas 47,08 kilometer persegi (km2) dan survei 2D sepanjang 4,16 km. 

Terkait layanan sumur, well testing menjadi layanan dengan volume aktivitas tertinggi dengan penanganan sebanyak 2.578 sumur, kemudian diikuti wireline logging sebanyak 327 sumur. Aktivitas lainnya meliputi coiled tubing services sebanyak 139 sumur, cementing sebesar 70 sumur, hydraulic workover unit sebanyak 56 sumur, serta thru tubing services sebesar 33 sumur. 

Di sisi pengeboran, ELSA juga menjalankan aktivitas modular rig pada 2 sumur, mencerminkan keberlanjutan proyek dan tingginya kebutuhan layanan hulu migas. 

Selain memperkuat lini bisnis inti, ELSA juga terus mendorong diversifikasi usaha sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. ELSA memperluas jangkauan internasional melalui anak usahanya yaitu Elnusa Fabrikasi Konstruksi dalam aktivitas trading OCTG yang melibatkan proyek di Aljazair (EFK – PIEP). 

Pada segmen jasa penunjang migas, ELSA menunjukkan performa yang konsisten dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95% serta pengelolaan 186 kontrak berjalan. ELSA juga terus memperkuat kapabilitas melalui transformasi digital dan kolaborasi strategis, termasuk pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI). 

Di sisi marine support, operasional berjalan efisien dengan tingkat non-productive time yang sangat rendah, yaitu 0,02%, didukung oleh rata-rata operasional 65 unit kapal dan pelaksanaan 18 proyek non-asset based. 

Capaian operasional ini sayangnya tidak menular ke kinerja top line ELSA, di mana pendapatan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut 2,95% year on year (yoy) menjadi Rp 3,62 triliun pada kuartal I-2026. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ELSA naik 1,56% yoy menjadi Rp 189,56 miliar.

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, berkaca dari hasil operasional tersebut, prospek ELSA tentu masih sangat menjanjikan pada kuartal-kuartal mendatang. Terlebih lagi, ELSA mampu menjaga efisiensi operasional dengan baik yang dibuktikan melalui kenaikan laba bersih pada tiga bulan pertama 2026.

Kinerja ELSA dalam jangka pendek dan menengah akan dipengaruhi oleh dinamika aktivitas hulu migas yang diperkirakan meningkat pada pertengahan tahun ini, terlepas dari faktor pergerakan harga minyak mentah. "Komitmen Pertamina Group dalam meningkatkan produksi migas akan berdampak positif bagi ELSA," ujar dia, Jumat (15/5).

Di samping itu, ELSA juga akan diuntungkan oleh tingginya permintaan energi seperti BBM dsn LPG di dalam negeri yang akan berdampak positif pada segmen distribusi energi perusahaan.

Nafan melanjutkan, ELSA perlu mempertahankan upaya efisiensi operasional yang dibarengi dengan optimalisasi utilisasi peralatan produksi maupun armada distribusi. Upaya digitalisasi juga patut diperkuat untuk memastikan belanja operasi atau operating expenditure (opex) tepat sasaran.

Lantas, Nafan merekomendasikan beli saham ELSA dengan target harga di level Rp 770 per saham. Pada perdagangan Rabu (13/5), harga saham ELSA terkoreksi 2,10% ke level Rp 700 per saham.

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan Pekan Depan, Ini Faktor Penentunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×