Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor transportasi dan logistik tampil sebagai yang paling unggul sejak awal tahun 2026 dengan penguatan hingga 12,26% hingga Selasa (28/4/2026).
Bahkan, sektor ini menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan dua digit, jauh meninggalkan sepuluh sektor lain yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham dengan kinerja terbaik di sektor ini dipimpin oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang telah melesat 133,75% secara year to date (ytd).
Disusul PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) dengan kenaikan 13,82% ytd, kemudian PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang naik 7,48% ytd, serta PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang menguat 6,67% ytd.
Tak ketinggalan saham WBSA yang belum lama IPO juga menanjak hingga 691,67%.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengungkapkan setidaknya terdapat dua saham yang menjadi penopang utama kenaikan indeks.
Baca Juga: Premi Asuransi Energi Tumbuh Dobel Digit, AAUI Nilai Transisi EBT Jadi Peluang Besar
Yakni WBSA yang belum lama IPO dan sudah naik 691% dan saham ELPI yang sejak awal tahun sudah naik sekitar 133%. Sedangkan mayoritas saham di sektor ini sebenarnya cenderung melemah dibanding posisi awal tahun.
WBSA mencatatkan kenaikan luar biasa, tapi khusus saham IPO memang acap kali melesat tinggi pada masa awal-awal listing.
Apalagi WBSA sejauh ini merupakan satu-satunya saham yang listing pada tahun 2026, sehingga mungkin para investor dapat lebih fokus mencari peluang cuan di saham ini, mengingat kondisi pasar saham domestic juga sedang kurang kondusif sejak awal tahun.
Sedangkan ELPI melesat tinggi karena tersengat sentimen dari aksi korporasinya.
Perusahaan tahun ini berencana melaksanakan right issue dengan potensi tambahan dana segar senilai Rp 739 miliar dengan tujuan utamanya adalah ekspansi, yakni pembelian kapal untuk mendukung usaha perseroan.
Selain itu, belum lama perseroan juga mengumumkan bahwa mereka menang lelang kapal MPSV Bourbon Evolution 805 untuk mendukung usaha offshore perseroan.
Baca Juga: Strategi Kawan Lama Solution Mengejar Pertumbuhan Omzet Dobel Digit
"Nah ekspektasi peningkatan kinerja di masa mendatang yang mendasari pergerakan positif saham ELPI," kata Pandhu kepada Kontan, Selasa (28/4/2026).
Secara terpisah, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menerangkan penguatan sektor IDX Transportasi & Logistik yang signifikan sejak awal tahun didorong oleh kombinasi faktor siklikal dan struktural.
Investor mulai Switch dari sektor defensif ke sektor yang lebih siklikal dan memiliki potensi rally khususnya saham-saham berbasis pelayaran (shipping) seperti PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI).
Alrich menambahkan adanya penutupan atau gangguan di Selat Hormuz pada akhir februari justru bisa berdampak positif ke saham shipping terutama tanker dalam jangka pendek. Bukan karena volume perdagangan naik, tapi karena disrupsi rute.
Ketika jalur utama terganggu, kapal tidak bisa lewat jalur normal sehingga harus memutar rute lebih jauh, menunggu atau mencari jalur alternatif. Akibatnya, terjadi pengetatan supply kapal di pasar.
"Dalam industri pelayaran, ini sangat krusial karena jika supply kapal menurun sedangkan kebutuhan tetap stabil, menyebabkan freight rate naik," ucap Alrich.
Selain itu adanya risiko geopolitik membuat risk premium ikut naik sehingga Charterer (penyewa kapal) rela bayar lebih mahal untuk mengamankan pengiriman.
Baca Juga: Indeks di Sektor Transportasi dan Logistik Tumbh Dobel Digit, Ini Sebabnya
Secara umum, lanjut Alrich, kenaikan sektor ini sebagian didukung fundamental, namun tidak sepenuhnya. Pada beberapa emiten, kenaikan harga saham sudah mencerminkan ekspektasi yang cukup tinggi ke depan, sehingga ruang upside mulai terbatas dalam jangka pendek.
Hal ini membuat sektor ini rentan terhadap profit taking jika tidak diikuti dengan realisasi kinerja yang kuat di laporan keuangan berikutnya.
Contohnya seperti BULL dan SOCI cenderung lebih sensitif terhadap dinamika harga energi dan permintaan tanker yang belum stabi).
Namun, perlu dicermati bahwa sebagian kenaikan harga saham di subsektor ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan fundamental yang setara.
Ambil Peluang
Pandhu menambahkan, investor perlu cermat dalam menyikapi setiap peluang, serta harus tetap dinilai apakah valuasi saat ini masih cukup murah atau sudah terlalu mahal jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dan laba di masa mendatang. sebagai trader juga perlu disiplin melihat pergerakan trend masih inline dengan ekspektasi.
Sementara itu, Alrich menyarankan investor tetap selektif karena volatilitas subsektor shipping cukup tinggi dan sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti harga minyak, kondisi geopolitik, serta pergerakan global trade.
Strategi yang dapat digunakan adalah memanfaatkan momentum selama tren masih kuat, namun tetap disiplin dalam risk management dan tidak mengejar harga di area yang sudah terlalu tinggi.
Dari sisi rekomendasi saham, Alrich merekomendasikan SOCI dengan target harga Rp 520 dan Rp 560 per saham.
Baca Juga: Premi Asuransi Energi Tumbuh Dobel Digit, AAUI Nilai Transisi EBT Jadi Peluang Besar
Ia melihat saham SOCI saat sedang konsolidasidi support trendline yang menjadi indikasi awal rebound selama bertahan di atas support Rp 480 dalam jangka pendek. Potensi golden cross pada Stochastic RSI sejalan dengan indikasi tersebut.
Selain itu, Alrich juga menyarankan saham BULL di level target harga Rp 550 dan Rp 600 per saham.
Dari sisi pergerakan saham, BULL sedang uji support area Rp 500 seiring Stochastic RSI yang sudah oversold menjadi indikasi awal rebound. Konfirmasi jika mampu close di atas pivot Rp 550.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













