Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terus menggeber ekspansi.
Kali ini, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut resmi menuntaskan seluruh rangkaian transaksi akuisisi untuk memperoleh hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 20% di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
RATU melalui PT Raharja Energi Madura (REM) mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD), entitas investasi pemegang 20% saham HCML. Seiring selesainya transaksi ini, RATU secara tidak langsung memiliki hak partisipasi atas Madura Strait PSC.
Dalam berita sebelumnya, RATU mengumumkan bahwa akuisisi saham SMSD menelan dana sebesar US$ 141,21 juta yang meliputi akuisisi saham senilai US$ 62,51 juta, shareholder loan agreement sebagai bagian dari Perjanjian Novasi sebesar US$ 59,20 juta, serta klausul contingent payment maksimal US$ 19,50 juta.
Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi. Sesuai struktur transaksi, seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML sejak 1 Januari 2026 menjadi milik REM dan akan tercermin dalam kinerja RATU dalam laporan keuangan konsolidasian kuartal II-2026.
Baca Juga: IHSG Uji Level Psikologis 6.000, Simak Proyeksi Perdagangan Senin (15/6)
Direktur Keuangan Raharja Energi Cepu Adrian Hartadi mengatakan Madura Strait PSC merupakan aset yang telah berproduksi dengan rekam jejak yang solid sehingga dapat melengkapi portofolio RATU secara strategis.
“Ke depan, kami akan fokus memastikan manfaat akuisisi ini benar-benar dirasakan, baik dalam kinerja keuangan Perseroan maupun dalam nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” ujar Adrian dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Akuisisi ini bakal memperkuat strategi jangka panjang RATU untuk memperluas basis cadangan dan produksi, sekaligus melengkapi portofolio yang telah ada, yakni 8% PI di PSC Jabung yang dioperasikan PetroChina Jabung Ltd dan 2,24% PI di PSC Cepu.
Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, dalam jangka pendek dampak finansial atas akuisisi tersebut kemungkinan belum akan terlihat secara signifikan bagi RATU.
Hal ini mengingat proses konsolidasi laporan keuangan, penyelesaian administrasi, serta penyesuaian operasional tetap membutuhkan waktu meskipun manajemen RATU mengklaim dapat menuntaskannya dalam waktu cepat. Namun, aksi korporasi ini tetap menjadi sentimen positif bagi persepsi investor terhadap saham RATU.
Dalam jangka menengah, manfaat akuisisi 20% PI di Madura Strait PSC diperkirakan mulai terlihat lebih nyata. Kepemilikan atas aset yang telah berproduksi tentu akan menambah sumber pendapatan berulang (recurring income) RATU.
“Ini didukung oleh posisi Madura Strait PSC sebagai salah satu blok migas yang cukup produktif di Indonesia,” kata dia, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Proyeksi Rupiah Senin (15/6): Sentimen Damai AS-Iran Jadi Penopang Penguatan
Sementara dalam jangka panjang, akuisisi ini berpotensi memperkuat pertumbuhan RATU secara signifikan seiring permintaan gas bumi di dalam negeri yang terus tumbuh, baik dari sektor industri maupun komersial.
Nafan melanjutkan, agar transisi operasional di Madura Strait PSC berjalan lancar, RATU perlu membangun sinergi dan komunikasi intensif dengan operator lapangan agar proses koordinasi operasional dapat berjalan efektif.
Selain itu, RATU juga harus memiliki kesiapan finansial untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, termasuk kemungkinan cash call yang timbul dari kepemilikan di blok migas tersebut.
Nafan merekomendasikan add untuk saham RATU dengan target harga di level Rp 7.500 per saham.
Sementara itu, menurut Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, secara teknikal pergerakan saham RATU masih berada dalam fase downtrend dan masih di bawah MA20. Indikator MACD masih melandai di area negatif dengan Stochastic yang menguat di area negatif.
Saham RATU disarankan trading buy dengan level support di Rp 4.510 per saham dan resistance di Rp 4.880 per saham, serta target harga di kisaran Rp 5.175–Rp 5.650 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













