kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Indeks di Sektor Transportasi dan Logistik Tumbuh Dobel Digit, Cermati Pemicunya


Selasa, 28 April 2026 / 20:29 WIB
Diperbarui Selasa, 28 April 2026 / 20:32 WIB
Indeks di Sektor Transportasi dan Logistik Tumbuh Dobel Digit, Cermati Pemicunya
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor transportasi dan logistik tampil sebagai yang paling unggul sejak awal tahun 2026 dengan penguatan hingga 12,26% hingga Selasa (28/4/2026).

Bahkan, sektor ini menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan dua digit, jauh meninggalkan sepuluh sektor lain yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham dengan kinerja terbaik di sektor ini dipimpin oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang telah melesat 133,75% secara year to date (ytd).

Disusul PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) dengan kenaikan 13,82% ytd, kemudian PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang naik 7,48% ytd, serta PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang menguat 6,67% ytd.

Tak ketinggalan saham WBSA yang belum lama IPO juga menanjak hingga 691,67%.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengungkapkan setidaknya terdapat dua saham yang menjadi penopang utama kenaikan indeks.

Baca Juga: Premi Asuransi Energi Tumbuh Dobel Digit, AAUI Nilai Transisi EBT Jadi Peluang Besar

Yakni WBSA yang belum lama IPO dan sudah naik 691% dan saham ELPI  yang sejak awal tahun sudah naik sekitar 133%. Sedangkan mayoritas saham di sektor ini sebenarnya cenderung melemah dibanding posisi awal tahun. 

WBSA mencatatkan kenaikan luar biasa, tapi khusus saham IPO memang acap kali melesat tinggi pada masa awal-awal listing.

Apalagi WBSA sejauh ini merupakan satu-satunya saham yang listing pada tahun 2026, sehingga mungkin para investor dapat lebih fokus mencari peluang cuan di saham ini, mengingat kondisi pasar saham domestic juga sedang kurang kondusif sejak awal tahun. 

Sedangkan ELPI melesat tinggi karena tersengat sentimen dari aksi korporasinya.

Perusahaan tahun ini berencana melaksanakan right issue dengan potensi tambahan dana segar senilai Rp 739 miliar dengan tujuan utamanya adalah ekspansi, yakni pembelian kapal untuk mendukung usaha perseroan.

Selain itu, belum lama perseroan juga mengumumkan bahwa mereka menang lelang kapal MPSV Bourbon Evolution 805 untuk mendukung usaha offshore perseroan. 

Baca Juga: Strategi Kawan Lama Solution Mengejar Pertumbuhan Omzet Dobel Digit

"Nah ekspektasi peningkatan kinerja di masa mendatang yang mendasari pergerakan positif saham ELPI," kata Pandhu kepada Kontan, Selasa (28/4/2026).

Secara terpisah, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menerangkan penguatan sektor IDX Transportasi & Logistik yang signifikan sejak awal tahun didorong oleh kombinasi faktor siklikal dan struktural.

Investor mulai Switch dari sektor defensif ke sektor yang lebih siklikal dan memiliki potensi rally khususnya saham-saham berbasis pelayaran (shipping) seperti PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI). 

Alrich menambahkan adanya penutupan atau gangguan di Selat Hormuz pada akhir februari justru bisa berdampak positif ke saham shipping terutama tanker dalam jangka pendek. Bukan karena volume perdagangan naik, tapi karena disrupsi rute. 

Ketika jalur utama terganggu, kapal tidak bisa lewat jalur normal sehingga harus memutar rute lebih jauh, menunggu atau mencari jalur alternatif. Akibatnya, terjadi pengetatan supply kapal di pasar. 

"Dalam industri pelayaran, ini sangat krusial karena jika supply kapal menurun sedangkan kebutuhan tetap stabil, menyebabkan freight rate naik," ucap Alrich. 

Selain itu adanya risiko geopolitik membuat risk premium ikut naik sehingga Charterer (penyewa kapal) rela bayar lebih mahal untuk mengamankan pengiriman.

Baca Juga: Indeks di Sektor Transportasi dan Logistik Tumbh Dobel Digit, Ini Sebabnya

Secara umum, lanjut Alrich, kenaikan sektor ini sebagian didukung fundamental, namun tidak sepenuhnya. Pada beberapa emiten, kenaikan harga saham sudah mencerminkan ekspektasi yang cukup tinggi ke depan, sehingga ruang upside mulai terbatas dalam jangka pendek.

Hal ini membuat sektor ini rentan terhadap profit taking jika tidak diikuti dengan realisasi kinerja yang kuat di laporan keuangan berikutnya.

Contohnya seperti BULL dan SOCI cenderung lebih sensitif terhadap dinamika harga energi dan permintaan tanker yang belum stabi).

Namun, perlu dicermati bahwa sebagian kenaikan harga saham di subsektor ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan fundamental yang setara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×