kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Imbal hasil berpotensi turun, analis: Reksadana pasar uang tetap menarik


Senin, 20 Januari 2020 / 19:04 WIB
Imbal hasil berpotensi turun, analis: Reksadana pasar uang tetap menarik
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika

Senada, Fund Manager Insight Investment Management Nesya F. Agustini meyakini reksadana pasar uang masih menjadi alternatif investasi yang menarik karena cenderung memberikan imbal hasil yang stabil, terutama saat ketidakpastian melanda. 

Ruang penurunan suku bunga juga Nesya proyeksikan masih terbuka meski tidak sebanyak tahun lalu.

Meski tren penurunan suku bunga masih berlanjut di tahun ini, Nesya optimistis kinerja reksadana pasar uang masih bisa tumbuh dan cenderung stabil dengan memegang obligasi bertenor kurang dari satu tahun. 

Baca Juga: Kinerja reksadana saham jadi yang terburuk di industri reksadana 2019

"Penurunan suku bunga tidak terlalu berdampak pada obligasi korporasi tenor di bawah 1 tahun yang menjadi aset dasar reksadana pasar uang, sehingga kinerja reksadana pasar uang masih dapat bergerak naik dan cenderung stabil," kata Nesya. 

Sekadar informasi, kinerja reksadana pasar uang Insight Retail Cash Fund berhasil tumbuh cukup tinggi. Berdasarkan data Infovesta, sepanjang tahun lalu reksadana tersebut tumbuh 7,16%. 

Nesya mengatakan reksadana pasar uang milik Insight dapat berkinerja tinggi karena memilih obligasi korporasi kurang dari satu tahun sebagai aset dasar utama, selain deposito. Dengan mayoritas portofolio diisi aset obligasi maka pergerakan kinerja bisa hasilnya tingkat imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan deposito. 

Keuntungan mengoleksi obligasi adalah pajak yang lebih rendah dari deposito sehingga tingkat imbal hasil bisa lebih tinggi. 

Sementara, untuk mendukung pertumbuhan kinerja, Nesya mengatakan Insight fokus menempatkan dana di deposito milik bank buku III dan II dengan tenor rata-rata satu hingga tiga bulan. 




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×