kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.881   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Harga Emas Terkoreksi Rabu (19/8) Pagi, Investor Menimbang Prospek Suku Bunga AS


Rabu, 19 Agustus 2026 / 07:54 WIB
Harga Emas Terkoreksi Rabu (19/8) Pagi, Investor Menimbang Prospek Suku Bunga AS
ILUSTRASI. Harga emas turun karena para pedagang menilai kembali prospek inflasi dan suku bunga AS di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah global. (REUTERS/Tyrone Siu)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/8/2026) pagi. Pukul 07.44 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.393,70 per ons troi, turun 0,61% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.420,60 per ons troi.

Harga emas turun karena para pedagang menilai kembali prospek inflasi dan suku bunga AS di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah global.

"Bagi emas, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil,"kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Bank seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Harga Minyak Naik pada Rabu (19/8) Pagi, Sinyal Penyelesaian Perang AS-Iran Memudar

Pasar obligasi jangka panjang diselimuti kekhawatiran tentang berbagai hal. Mulai dari inflasi hingga ledakan AI yang sarat utang.

Salah satu kekhawatiran adalah bahwa gejolak geopolitik akan membuat perekonomian lebih rentan terhadap guncangan pasokan.

Pemegang obligasi juga khawatir pemerintah akan gagal mengendalikan pengeluaran yang mencerminkan kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal dan pada akhirnya mendorong investor membeli emas sebagai aset lindung nilai yang aman.

Baca Juga: Oxala Energi (PIPA) Bidik Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Gas, Siapkan Langkah Akuisisi

"Kondisi seperti itu justru akan menciptakan lingkungan yang tidak biasa, namun berpotensi mendukung emas, karena secara historis hubungan negatif antara emas dan yield obligasi pemerintah mungkin akan terus melemah," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank AS dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×