kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Imbal hasil berpotensi turun, analis: Reksadana pasar uang tetap menarik


Senin, 20 Januari 2020 / 19:04 WIB
Imbal hasil berpotensi turun, analis: Reksadana pasar uang tetap menarik
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski tren penurunan suku bunga berpotensi berlanjut, imbal hasil reksadana pasar uang berpotensi turun di tahun ini. 

Imbal hasil reksadana pasar uang di 2020 berpotensi menurun karena tren suku bunga turun juga berpotensi berlanjut. 

Berdasarkan data Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksadana pasar uang yang tercermin dalam Infovesta 90 Money Market Fund Index berhasil menorehkan kinerja 5,83%. 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai kinerja reksadana pasar uang di tahun lalu cukup menarik karena selalu bisa berada di atas bunga deposito. 

Baca Juga: Catat, ini strategi pengelolaan portofolio investor untuk tahun 2020

Namun, seiring dengan tren penurunan suku bunga, Wawan memproyeksikan imbal hasil reksadana pasar uang juga berpotensi menurun. 

Wawan memproyeksikan suku bunga berpotensi turun dua kali di tahun ini ke 4,5%. Salah satu hal yang mendukung penurunan tersebut adalah inflasi yang terjaga stabil di 3%. 

"Tahun ini inflasi masih akan berfluktuasi tetapi rata-rata tetap stabil di 3% jadi seharusnya suku bunga masih bisa turun lagi," kata Wawan. 

Dengan begitu, Wawan memproyeksikan rata-rata kinerja reksadana pasar uang sebesar 4%-4,5%. 

Meski imbal hasil menurun, Wawan mengatakan reksadana pasar uang tetap menarik untuk dimiliki karena imbal hasil bisa setara atau melebihi bunga deposito dengan likuiditas setara tabungan. Tidak heran, bila dana kelolaan yang berasal dari reksadana pasar uang mendominasi kontribusi pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana di tahun lalu. 




TERBARU

Close [X]
×