kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Wall Street Melemah, Terbebani Aksi Jual Saham Teknologi dan Kenaikan Yield Obligasi


Rabu, 19 Agustus 2026 / 05:00 WIB
Wall Street Melemah, Terbebani Aksi Jual Saham Teknologi dan Kenaikan Yield Obligasi
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (18/8/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (18/8/2026). Sektor semikonduktor memimpin penurunan di sektor teknologi, sementara ketidakpastian di Timur Tengah mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu kekhawatiran mengenai biaya pinjaman dan inflasi.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 53,30 poin atau 0,69% ke level 7.691,76, Nasdaq Composite turun 355,20 poin atau 1,33% ke level 26.289,71, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 116,38 poin, atau 0,22%, menjadi 53.343,40.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi informasi memberikan dampak negatif terbesar terhadap poin indeks dan mencatat penurunan persentase terbesar, yakni sebesar 1,9%.

Baca Juga: IHSG Rawan Profit Taking, Simak Saham Pilihan Analis untuk Rabu (19/8)

Penurunan terbesar pada indeks S&P 500 yang dipicu oleh saham individu datang dari perusahaan-perusahaan chip, termasuk saham produsen chip AI terkemuka Nvidia yang turun 2,3%, dan saham produsen chip memori Micron Technology yang anjlok 7% setelah sempat naik hampir 18% dalam lima sesi perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 14,86 miliar saham, dengan rata-rata 16,88 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Memudarnya harapan akan perdamaian di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak, yang pada gilirannya memicu kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.

Indeks Semikonduktor Philadelphia SE anjlok 5% saat investor melepas saham-saham yang sebelumnya sempat reli akibat lonjakan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). 

Baca Juga: Wall Street Tertekan, Saham Teknologi Jatuh di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Meningkatnya biaya pinjaman menurunkan nilai yang bersedia dibayarkan investor untuk potensi pertumbuhan laba perusahaan teknologi.

"Hal ini bermula seperti efek domino. Pembicaraan gagal mencapai kesepakatan. Hal itu menyebabkan harga minyak naik. Kondisi tersebut memicu ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi," ujar Burns McKinney, manajer portofolio di NFJ Investment Group. 

Ia menambahkan bahwa "setiap kali imbal hasil obligasi naik, dampaknya cenderung lebih berat terhadap saham-saham teknologi."

Saham lain yang terdampak cukup parah meliputi perusahaan penyimpanan data Sandisk dan Western Digital, yang masing-masing turun 9% dan 7,4%. ETF Roundhill Memory merosot 8,8% setelah mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.

"Tidak ada hal yang dapat mematahkan reli momentum sekuat kenaikan suku bunga, dan hari ini kita melihat bukti nyata akan hal tersebut," ujar Tony Welch, Chief Investment Officer di SignatureFD. 

Ia menambahkan bahwa kenaikan imbal hasil (yield) mengindikasikan kebijakan Federal Reserve terlalu longgar jika melihat prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Baca Juga: Menilik Prospek Emiten Danantara Kala Target Dividen BUMN Naik ke Rp 200 T pada 2026

Para investor meninggalkan sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi, dan beralih ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan (naik 1,6%) dan barang kebutuhan pokok konsumen (naik 1,1%). 

Indeks volatilitas Wall Street (yang sering disebut sebagai indikator ketakutan pasar) naik 0,65 poin menjadi 15,84, mencatat penutupan tertinggi sejak 4 Agustus.

Para investor kini menantikan laporan kinerja dari peritel lain yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk Walmart yang dianggap sebagai tolok ukur utama sektor ritel. Risalah rapat The Fed bulan Juli, yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai bagaimana bank sentral tersebut menilai kondisi saat ini.

Para investor memandang laporan kuartalan Nvidia mendatang sebagai ujian besar berikutnya bagi momentum yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×