kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Harga Minyak Berpotensi Berbalik Bearish pada Akhir 2026


Rabu, 19 Agustus 2026 / 15:36 WIB
Harga Minyak Berpotensi Berbalik Bearish pada Akhir 2026
ILUSTRASI. Harga Minyak - Kilang (REUTERS/Oscar Martinez)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek harga minyak mentah berpotensi berbalik bearish menjelang akhir 2026 setelah dalam jangka pendek masih mendapat dukungan dari risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Pemulihan arus pasokan apabila konflik Iran-Amerika Serikat berakhir menjadi faktor yang dapat menekan harga minyak ke level lebih rendah.

Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (19/8/2026) pukul 14.16 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 85,607 per barel, naik 0,79% dari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga Brent berada di level US$ 91,676 per barel atau menguat 0,72%.

Secara mingguan, harga WTI telah menguat 2,81%, sedangkan Brent naik 3,06%. Secara tahunan, WTI mencatat kenaikan 36,52% dan Brent sebesar 37,19%.

Baca Juga: Apexindo (APEX) Dapat Kontrak dari Pertamina, Nilainya US$ 74,3 Juta

Research and Development ICDX, Girta Putra Yoga mengatakan, harga minyak masih memiliki peluang menguat dalam jangka pendek seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Jika dilihat dari proyeksi jangka pendek, potensi bullish harga minyak masih cukup kuat ditopang oleh supply-risk rally dari situasi di Timur Tengah,” kata Girta kepada Kontan, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, sentimen tersebut terutama berasal dari ketidakpastian kelanjutan negosiasi Amerika Serikat dan Iran setelah berakhirnya gencatan sementara selama 60 hari pada 17 Agustus 2026.

Kebuntuan negosiasi tersebut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran jalur pelayaran regional, terutama Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Gangguan pada kedua jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.

Namun, arah harga dapat berubah apabila konflik Iran-AS menemukan penyelesaian. Kesepakatan damai yang mengakhiri konflik berpotensi memulihkan arus pasokan dan mengurangi risiko supply shock yang selama ini menopang harga minyak.

“Namun, secara jangka panjang, harga berpotensi bearish di akhir 2026 apabila tercapai kesepakatan damai yang mengakhiri konflik Iran-AS dan sekaligus membuat arus pasokan kembali pulih,” ujar Girta.

Berdasarkan skenario tersebut, Girta memproyeksikan harga WTI berada di kisaran US$ 70–US$ 85 per barel hingga akhir 2026. Sementara itu, harga Brent diperkirakan berada pada rentang US$ 80–US$ 95 per barel.

Girta menambahkan, arah harga minyak hingga akhir tahun juga akan dipengaruhi oleh kebijakan produksi OPEC. Perubahan tingkat produksi kelompok tersebut dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan menentukan seberapa cepat pasar minyak kembali menuju kondisi yang lebih longgar.

Dari sisi permintaan, kondisi perekonomian negara importir utama seperti China dan India juga perlu diperhatikan. Pelemahan ekonomi maupun permintaan energi dari kedua negara tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak.

Dengan demikian, prospek minyak hingga akhir 2026 akan sangat bergantung pada keberlanjutan risiko pasokan di Timur Tengah. Apabila ketegangan geopolitik bertahan, harga masih berpeluang mendapat dukungan dalam jangka pendek. Namun, penyelesaian konflik dan pemulihan arus pasokan dapat menjadi katalis yang membalikkan tren harga menjadi bearish menjelang akhir tahun.

Baca Juga: GIAA Buka Suara soal Direktur Niaga Nonaktif, Sebut Bagian dari Penataan Organisasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×