kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

IHSG Turun 1,42% Sepanjang Pekan Ini, Bagaimana Proyeksinya Pekan Depan?


Jumat, 18 September 2026 / 16:59 WIB
IHSG Turun 1,42% Sepanjang Pekan Ini, Bagaimana Proyeksinya Pekan Depan?
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih berada dalam tekanan sepanjang pekan ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG melemah 0,33% ke level 6.441,16. Secara mingguan, IHSG terkoreksi 1,42%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini cenderung volatil dan masih berada dalam fase koreksi.

“Tekanan terutama berasal dari meningkatnya risk-off sentiment di pasar global, penguatan dolar AS, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap prospek suku bunga global dan perkembangan geopolitik yang turut memengaruhi harga komoditas, khususnya minyak,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Indah Prakasa Sentosa (INPS) Ajukan Private Placement untuk Perbaiki Keuangan

Meski demikian, IHSG sempat mendapat dorongan dari technical rebound setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan. Akumulasi selektif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar serta kembali masuknya sebagian dana asing pada perdagangan tertentu turut menjadi katalis positif.

Namun, penguatan tersebut belum menunjukkan pembalikan tren secara penuh. Investor masih cenderung melakukan profit taking ketika IHSG mendekati area resistance.

Dari eksternal, Nafan menilai arah kebijakan moneter The Fed, pergerakan yield US Treasury, dolar AS, serta perkembangan geopolitik menjadi sentimen yang paling memengaruhi pasar.

Perkembangan geopolitik juga berdampak terhadap harga minyak dan ekspektasi inflasi. Kenaikan harga minyak yang sebelumnya menembus US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada pelemahan rupiah serta arus dana asing yang secara kumulatif masih cenderung keluar dari pasar saham Indonesia.

“Selain itu, implementasi kembali transaksi short selling dan agenda rebalancing indeks FTSE juga menjadi faktor yang meningkatkan volatilitas pada saham-saham tertentu,” jelas Nafan.

Menurutnya, kombinasi sentimen global dan domestik tersebut membuat investor masih perlu menerapkan strategi selektif. Stabilitas rupiah, aliran modal asing, perkembangan harga minyak, serta arah kebijakan moneter global dan domestik menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pada pekan depan.

Untuk perdagangan Senin (21/9/2026), Nafan memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.371 dan 6.290. Sementara itu, level resistance berada di 6.566 dan 6.636.

Baca Juga: Ultrajaya (ULTJ) Gelar Rights Issue Rp16,92 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×