kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Skenario Harga Beli Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam di Harga Pasar atau Diskon?


Jumat, 18 September 2026 / 05:35 WIB
Skenario Harga Beli Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam di Harga Pasar atau Diskon?
ILUSTRASI. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (Dok/BYAN)


Reporter: Avanty Nurdiana, Dimas Andi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Haji Isam membeli 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari keluarga Low Tuck Kwong berpotensi menjadi salah satu transaksi saham dengan nilai jumbo. Asalkan, harga yang digunakan adalah harga pasar BYAN saat ini. 

Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), saham BYAN ditutup naik 1,54% ke level Rp 11.525 per saham. Dengan harga tersebut, sebanyak 10.000.000.500 saham yang menjadi objek transaksi memiliki nilai pasar sekitar Rp 115,25 triliun.

Jumlah saham yang akan dialihkan tersebut juga bukan porsi kecil. Dengan total saham BYAN sekitar 33,33 miliar saham, 10 miliar saham setara tepat sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor BYAN.

Baca Juga: Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Rebound ke 6.462, Kamis (17/9)

Rencana tersebut terungkap setelah Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama meneken perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026.

Namun, dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (17/9/2026) Bayan Resources belum mengungkap harga pengalihan saham dalam keterbukaan informasinya. Alhasil, berapa sebenarnya nilai akuisisi 30% saham BYAN tersebut masih menjadi tanda tanya.

Sebagai pembanding, nilai pasar 10 miliar saham tersebut bahkan mencapai sekitar Rp 124,86 triliun apabila dihitung menggunakan harga BYAN sebesar Rp 12.486 per saham, yang merupakan level harga BYAN dalam 90 hari terakhir.

Dengan demikian, acuan harga yang digunakan, nilai pasar saham yang akan diambil alih Jhonlin Baratama berada di kisaran Rp 115 triliun-Rp 125 triliun.

Perlu dicatat, angka tersebut bukan nilai transaksi yang telah disepakati. Perhitungan tersebut hanya menggambarkan nilai pasar dari saham yang menjadi objek transaksi.

Tapi jika dikaitkan dengan kabar sebelumnya bahwa Haji Isam menyiapkan dana sekitar US$ 3 miliar untuk mengakuisisi saham BYAN.

Jika seluruh dana tersebut digunakan untuk membeli 10 miliar saham dan menggunakan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, maka total dana yang tersedia setara sekitar Rp 52,5 triliun.

Baca Juga: Gagal Bayar Kupon, Rating Adhi Karya (ADHI) Dipangkas Pefindo Jadi Selective Default

Artinya, harga pembelian secara implisit sekitar Rp 5.250 per saham.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dari harga pasar BYAN. Dibandingkan harga penutupan Kamis (17/9) sebesar Rp 11.525, harga implisit Rp5.250 lebih rendah sekitar Rp 6.275 per saham, atau sekitar 54,4% di bawah harga pasar.

Sementara jika menggunakan harga Rp 12.486 per saham, selisihnya mencapai Rp 7.236 per saham.

Dengan asumsi tersebut, Rp52,5 triliun dana pembelian hanya setara sekitar 45,5% dari nilai pasar 10 miliar saham berdasarkan harga penutupan BYAN.

Namun, angka Rp 5.250 per saham bukan harga transaksi resmi. Harga tersebut semata-mata merupakan perhitungan jika kabar mengenai dana US$ 3 miliar benar dan seluruh dana tersebut digunakan untuk membeli 10 miliar saham BYAN.

Dari sisi kepemilikan, transaksi ini berpotensi mengubah peta pemegang saham BYAN secara signifikan.

Saat ini, Dato' Dr Low Tuck Kwong tercatat memiliki 13,42 miliar saham BYAN, setara sekitar 40,251%. Sementara Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham, atau sekitar 22,002%.

Jika digabung, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai sekitar 62,25% saham BYAN atau sekitar 20,75 miliar saham.

Adapun PT Sumber Suryadana Prima tercatat memiliki 3,33 miliar saham, setara sekitar 10%. Masyarakat menguasai sekitar 7,10 miliar saham, atau sekitar 21,287%.

Baca Juga: Penawaran SR025 Berakhir, Dana Dihimpun Tembus Rp 29,77 Triliun dari 93.548 Investor

Namun, belum dapat dipastikan berapa saham yang dilepas masing-masing pihak karena keterbukaan informasi belum merinci pembagian saham yang dialihkan oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, secara prinsip harga transaksi dalam jumlah besar dapat berbeda dengan harga pasar. Ini lantaran mempertimbangkan ukuran transaksi, likuiditas, dan struktur pengambilalihan.

Sebelumnya, memang ada informasi dikutip Bloomberg terkait penawaran Haji Isam atas saham BYAN sekitar US$ 3 miliar untuk sekitar 62% saham BYAN. Jika dihitung ini mencerminkan harga sekitar Rp 2.500-Rp 2.700 per saham. 

"Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak langsung menjadikan angka tersebut sebagai indikasi harga BYAN pasca transaksi," kata dia, Kamis (17/9/2026).

Nafan melanjutkan, prospek saham BYAN akan sangat bergantung pada detail transaksi final. Jika akuisisi terwujud dengan struktur pendanaan yang sehat dan mampu menghasilkan sinergi operasional, maka pergantian pengendali dapat menjadi katalis positif terhadap saham BYAN dalam jangka menengah-panjang. 

Sebaliknya, dalam jangka pendek, ketidakpastian soal harga transaksi, valuasi akuisisi, mekanisme tender offer, dan potensi perubahan struktur kepemilikan justru berpotensi meningkatkan volatilitas saham.

Lantas, untuk saat ini investor bakal menanti kepastian harga definitif per saham dalam transaksi akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama, persentase kepemilikan perusahaan tersebut setelah transaksi, hingga dampak transaksi tersebut secara resmi terhadap perubahan pengendali di tubuh BYAN.

Baca Juga: Penawaran SR025 Berakhir, Dana Dihimpun Tembus Rp 29,77 Triliun dari 93.548 Investor

"Jika tiga hal tadi tersedia, maka potensi harga tender offer dan risiko koreksi BYAN dapat dihitung dengan jauh lebih akurat," tandas Nafan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×