Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak lebih dari enam kali lipat pada semester I-2026. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, sebagian besar laba bersih Petrosea justru berasal dari operasi yang dihentikan setelah perusahaan melepas anak usahanya, PT Karya Mineral Mulia (PTKMS) ke PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Berdasarkan laporan keuangan PTRO per 30 Juni 2026, perusahaan ini membukukan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 9,17 juta, melesat 612,6% dibandingkan laba bersih semester I-2025 sebesar US$ 1,29 juta.
Kinerja tersebut datang di tengah pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat. Pendapatan PTRO pada semester I-2026 mencapai US$ 543,98 juta, naik 59,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 340,94 juta.
Baca Juga: Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Rebound ke 6.462, Kamis (17/9)
Seiring kenaikan aktivitas dan volume proyek, beban usaha langsung juga meningkat menjadi US$ 496,96 juta, dari US$ 292,64 juta pada semester I-2025. Dengan demikian, Petrosea membukukan laba kotor sebesar US$ 47,03 juta.
Kinerja laba juga mendapat dorongan dari pos keuntungan lain-lain bersih yang mencapai US$ 15,03 juta. Pos tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika PTRO mencatat beban lain-lain sebesar US$3,36 juta.
Meski demikian, laba dari operasi yang dilanjutkan masih relatif terbatas. Setelah memperhitungkan beban penjualan dan administrasi sebesar US$ 20,07 juta serta beban bunga dan keuangan sebesar US$ 33,43 juta, laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar US$ 4,27 juta.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$ 2,72 juta, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan menjadi US$ 1,55 juta.
Di sinilah kontribusi operasi yang dihentikan menjadi signifikan terhadap lonjakan laba PTRO.
Pada semester I-2026, Petrosea membukukan laba bersih dari operasi yang dihentikan sebesar US$ 7,62 juta. Capaian tersebut berbalik dari kerugian US$ 2,84 juta pada semester I-2025.
Baca Juga: Gagal Bayar Kupon, Rating Adhi Karya (ADHI) Dipangkas Pefindo Jadi Selective Default
Operasi yang dihentikan menyumbang sekitar 83% dari total laba bersih PTRO pada semester I-2026. Sementara itu, laba dari operasi yang dilanjutkan hanya US$ 1,55 juta.
Operasi yang dihentikan tersebut berkaitan dengan PT Karya Mineral Mulia (PTKMS) yang dilepas oleh Petrosea sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperkuat fokus pada bisnis inti.
Petrosea dan SINI telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) pada 15 April 2026 terkait rencana pengambilalihan PTKMS.
Dalam transaksi tersebut, Petrosea bermaksud menjual seluruh kepemilikannya di PTKMS sebanyak 507.380.875 saham, yang mewakili sekitar 99,995% modal ditempatkan dan disetor PTKMS.
Transaksi tersebut kemudian direalisasikan pada 30 Juni 2026 melalui Akta Pengambilalihan Saham No. 168. Berdasarkan akta tersebut, SINI mengambil alih sebanyak 99,995% saham PTKMS yang sebelumnya dimiliki Petrosea.
Adapun aset bersih PTKMS yang dijual tercatat sebesar US$ 28,40 juta.
Petrosea menyebut transaksi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fokus pada kegiatan usaha inti (core business), sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Per Kamis (17/9/2026) harga saham PTRO naik 4,93% di level Rp 5.325 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














