Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,40% atau naik 20,17 poin ke level 5.050,43 pada perdagangan Jumat (6/11/2026).
Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto mengatakan, IHSG menguat di akhir sesi perdagangan karena rebound pada saham-saham perbankan.
“Secara teknikal masih downtrend, dengan support 4.974-5.106,” ujar William kepada Kontan, Sabtu (7/11/2026).
Baca Juga: Pasar Saham RI Masih Tertekan Jelang Pengumuman MSCI November Pekan Ini
William menilai, penguatan IHSG pada perdagangan berikutnya masih terbatas karena belum ada sentimen yang berpengaruh secara signifikan.
Terkait rekomendasi saham, William menyarankan buy saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga 5.325 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga 2.900-2.970.
Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG bertahan ditutup di teritori positif pada akhir pekan.
“IHSG ditutup menguat pada level 5.050,43 (+0,40%) di perdagangan Jumat (6/11). Pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah akibat sentimen negatif dari koreksi signifikan pada indeks di bursa Wall Street dan indeks di bursa Asia akibat tekanan pada saham sektor teknologi. Selain itu, koreksi IHSG diduga juga akibat profit taking, setelah sehari sebelumnya IHSG menguat signifikan,” jelas Alrich.
Sementara itu, harga minyak kembali terkoreksi di bawah level US$ 100 per barel karena harapan penyelesaian konflik AS-Iran yang lebih cepat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu midterm.
Iran dilaporkan tengah meninjau proposal yang diajukan pihak mediator terkait program nuklir, namun tetap menginginkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi, serta pelepasan asetnya yang dibekukan.
Dari domestik, data cadangan devisa sedikit naik menjadi US$ 146,8 miliar pada Oktober 2026 dari US$ 146,3 miliar. Indeks harga rumah tercatat naik 0,58% YoY pada kuartal III-2026, melambat dari 0,69% YoY pada kuartal II-2026.
Pemerintah juga menyiapkan alokasi anggaran Rp 1,28 triliun untuk merealisasikan Program Satu Orang Satu Rekening sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi penutup tahun 2026. Rupiah ditutup melemah 0,03% ke level Rp 18.080 per dolar AS.
Secara teknikal, Alrich menilai terjadi penyempitan histogram MACD IHSG dan berpotensi membentuk golden cross. Stochastic RSI juga membentuk reversal di area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level 5.100-5.200 pada pekan depan,” tuturnya.
Baca Juga: Yuan dan Ringgit Lebih Prospektif, Rupiah Masih Rentan Tertekan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
