kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

IHSG Dibayangi Outflow Asing, Ini 3 Saham Rekomendasi MNC Sekuritas


Minggu, 08 November 2026 / 07:38 WIB
IHSG Dibayangi Outflow Asing, Ini 3 Saham Rekomendasi MNC Sekuritas
ILUSTRASI. IHSG terkoreksi 0,13% sepekan. Simak sentimen penggerak indeks, proyeksi IHSG, serta rekomendasi saham AMRT, ASII, dan INCO. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan jual investor asing meski berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Sejumlah sentimen domestik dan global diperkirakan masih memengaruhi arah pergerakan indeks pada pekan depan.

Melansir data RTI, IHSG ditutup di level 5.050,42 pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). Secara harian, indeks menguat 0,40%. Namun, dalam periode sepekan, IHSG masih mencatatkan koreksi sebesar 0,13%.

Dari sisi transaksi investor asing, tercatat aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 109,30 miliar di pasar reguler pada perdagangan Jumat. Meski demikian, secara akumulasi sepekan, investor asing masih membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,07 triliun di pasar reguler.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.

Baca Juga: Kinerja Emiten Kawasan Industri Melesat, DMAS dan SSIA Catat Lonjakan Laba

Pertama, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG.

Kedua, sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia meningkat dari 52,4 pada September 2026 menjadi 54,0 pada Oktober 2026.

Selain itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,29% pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, inflasi Oktober 2026 melandai menjadi 3,23% YoY.

Ketiga, pelaku pasar juga mencermati penantian terhadap rilis data non-farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS).

“Terakhir, net sell asing masih mendominasi IHSG pekan ini,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).

Untuk perdagangan Senin (9/11/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk menguat. Indeks diproyeksikan bergerak dengan level support di 5.003 dan resistance di 5.078.

Sentimen Penggerak IHSG Pekan Depan

Memasuki pekan depan, terdapat sejumlah faktor yang perlu dicermati investor. Herditya menyebut, salah satunya adalah rilis data inflasi China yang diperkirakan cenderung melandai.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati hasil review indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 November waktu Indonesia.

Faktor lainnya adalah berlanjutnya arus dana keluar atau outflow dari pasar saham domestik yang berpotensi memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG.

“Terakhir, sentimen dari pergerakan harga komoditas dunia,” ungkapnya.

Baca Juga: 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi per Jumat 6 November 2026

Rekomendasi Saham Pekan Depan

Di tengah sejumlah sentimen tersebut, investor dapat mencermati beberapa saham pilihan yang dinilai menarik untuk perdagangan pekan depan.

Herditya merekomendasikan tiga saham, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Berikut target harga saham yang dapat dicermati investor:

  • AMRT: Rp 1.010–Rp 1.115 per saham.

  • ASII: Rp 5.125–Rp 5.275 per saham.

  • INCO: Rp 3.490–Rp 3.700 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×