kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

DOOH Akuisisi INET Rp 2 Triliun, Simak Prospek dan Risikonya


Minggu, 08 November 2026 / 18:27 WIB
DOOH Akuisisi INET Rp 2 Triliun, Simak Prospek dan Risikonya
ILUSTRASI. Perusahaan periklanan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) (Dok/DOOH)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) berencana mengambil alih sebanyak 6,685 miliar saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama, dengan nilai transaksi sekitar Rp2,005 triliun. Rencana tersebut menjadi bagian dari ekspansi bisnis DOOH ke sektor telekomunikasi.

Tim Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Sekuritas menilai dampak akuisisi INET terhadap pendapatan DOOH minim. Dikarenakan, INET hanya akan dicatat sebagai entitas asosiasi.

“Bagian laba DOOH sekitar Rp 20 M per tahun, jauh di bawah bunga pinjaman Rp 2 T yang sekitar Rp 150 M per tahun. Sebelum utang dilunasi lewat rights issue, transaksi ini menekan laba,” ujar Tim Riset KISI kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: IHSG Menguat 0,40% ke 5.050 pada Akhir Pekan Lalu, Begini Proyeksi Senin (9/11/2026)

Menurutnya, pertimbangan DOOH melakukan ekspansi ke sektor telekomunikasi adalah transformasi tema bisnis dari iklan luar ruang ke infrastruktur digital dan AI. Namun, sinergi operasional dinilai terbatas.

“DOOH lebih tepat dilihat sebagai induk investasi, dan nilainya bergantung pada eksekusi proyek AI yang rencananya masih umum,” jelasnya.

Dari sisi keuangan, ia menyebut nilai transaksi setara 648% ekuitas DOOH, didanai pinjaman pengendali, lalu rights issue hingga 154,8 miliar saham (dilusi 95%) tanpa standby buyer & harga belum ditetapkan. Harga Rp300 setara P/E INET sebesar 98 kali mahal.

Tim riset KISI menilai saham DOOH berpotensi bergerak dalam jangka pendek karena tema AI. Namun, katalis fundamental belum terbukti, sementara tekanan laba akibat bunga dan potensi dilusi besar masih membayangi.

Risiko yang perlu dicermati investor antara lain dilusi 95%, transaksi afiliasi, valuasi INET yang tinggi, beban bunga, serta harga rights issue yang belum jelas. Investor dapat memantau hasil RUPSLB pada 9 November, harga rights issue, standby buyer, serta rincian proyek AI.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memandang rencana akuisisi INET sebagai langkah korporasi yang strategis sekaligus transformatif.

Menurut Nafan, akuisisi tersebut berpotensi mengubah lanskap bisnis DOOH dari penyedia media iklan luar ruang menjadi penyedia ekosistem digital advertising dan connectivity platform. 

"Melalui akuisisi ini, portofolio DOOH tidak lagi bergantung penuh pada belanja iklan korporasi yang cenderung volatil, melainkan memperoleh stabilitas arus kas dari pendapatan berulang (recurring income) layanan konektivitas dan infrastruktur internet milik INET, yang pada akhirnya akan mendongkrak konsolidasi aset serta pertumbuhan pendapatan perseroan secara signifikan pasca-transaksi," ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (6/11/2026). 

Nafan menilai ekspansi vertikal ini berpotensi menciptakan sinergi operasional yang kuat antara media periklanan digital dan infrastruktur telekomunikasi. DOOH membutuhkan jaringan internet berkecepatan tinggi yang andal untuk mengoperasikan videotron dan media digital secara real-time. Karena itu, pemanfaatan jaringan serat optik INET dinilai dapat mengefisiensikan biaya operasional perusahaan.

Selain itu, integrasi infrastruktur internet INET memungkinkan penyebaran titik-titik media iklan pintar atau smart DOOH nodes yang dilengkapi Wi-Fi publik, analitik data penonton, hingga teknologi IoT. Sinergi ini juga membuka peluang cross-selling paket solusi komprehensif kepada klien korporasi yang memadukan kampanye media digital dengan penyediaan jaringan konektivitas internet dedicated.

Dari sisi keuangan, Nafan menyebut transaksi senilai Rp 2,005 triliun akan membawa dampak besar terhadap neraca dan struktur permodalan DOOH.

"Investor perlu mencermati skema pendanaan yang akan digunakan; penggunaan porsi utang yang dominan dapat meningkatkan leverage (DER) serta beban bunga (interest expense), sedangkan penggalangan dana berbasis ekuitas seperti rights issue akan mempertebal permodalan meski berisiko memicu dilusi kepemilikan saham. Walaupun perseroan berpotensi menghadapi beban amortisasi goodwill dan biaya integrasi awal dalam jangka pendek, efisiensi operasional dan penggabungan skala usaha dari akuisisi ini diharapkan dapat memperbaiki marjin EBITDA serta kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan dalam jangka menengah hingga panjang," jelas Nafan. 

Nafan menilai aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalis positif jangka menengah bagi saham DOOH seiring munculnya narasi pertumbuhan yang solid di pasar modal. 

Namun, pergerakan saham dalam jangka pendek diperkirakan diwarnai volatilitas yang dipengaruhi kejelasan skema pendanaan akuisisi, persetujuan regulasi dan RUPS, serta keyakinan pasar terhadap eksekusi integrasi bisnis kedua entitas," tuturnya. 

Jika skema pendanaan dikelola secara prudent tanpa membebani neraca keuangan secara berlebihan dan proses integrasi berjalan lancar, transaksi ini memiliki peluang untuk memicu penilai ulang (re-rating) terhadap fundamental dan valuasi saham DOOH di masa mendatang.

Adapun rekomendasi Nafan terhadap saham DOOH adalah not rated.

Baca Juga: Rupiah Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS, Simak Proyeksinya Awal Pekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×