kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Dinamika Pasokan Nikel Global Pengaruhi Prospek Saham ANTM


Rabu, 28 Oktober 2026 / 18:17 WIB
Dinamika Pasokan Nikel Global Pengaruhi Prospek Saham ANTM
ILUSTRASI. Smelter nikel Antam Mind ID (Dok/Mind ID)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika pasokan nikel global akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sejak awal pekan ini, harga nikel global berada dalam jalur penguatan di kisaran US$ 16.000 per ton. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa kenaikan harga nikel dapat meningkatkan harga jual rata-rata nikel ANTM.

Sehingga margin keuntungan dan penguatan profitabilitas segmen tersebut ikut terkerek.

Dengan demikian, kenaikan harga nikel dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap pendapatan dan laba perseroan. Meskipun pengaruhnya tidak sebesar bisnis emas.

Baca Juga: Unilever (UNVR) Fokus ke Bisnis Home & Personal Care, Cermati Rekomendasi Analis

“Penguatan harga nikel juga dapat memperbaiki ekspektasi investor terhadap prospek laba dan mendorong revaluasi saham ANTM," kata Nafan.

Namun, keberlanjutan katalis ini disebutnya tetap bergantung pada konsistensi kenaikan harga nikel, volume penjualan, dan biaya produksi. Serta kebijakan kuota produksi dan hilirisasi.

Investor, kata dia, juga perlu mewaspadai risiko kelebihan pasokan global yang dapat membatasi kenaikan harga komoditas tersebut. Artinya, konfirmasi tren harga nikel dan kinerja keuangan tetap diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa kenaikan saham akan berlanjut.

Sebelumnya, produsen nikel China di Indonesia dilaporkan akan menurunkan produksi nikel yang mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap industri nikel di tengah pelemahan harga dan kenaikan biaya operasional.

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah menyetujui revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 dengan target produksi bijih nikel sekitar 290 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 379 juta ton. Meski demikian, target revisi tersebut meningkat dibandingkan target awal 2026 yang berada pada kisaran 250–260 juta ton.

Baca Juga: Laba Antam (ANTM) Melonjak pada Kuartal III-2026, Ini Rekomendasi Analis

Nafan pun merekomendasikan add saham ANTM dengan target harga Rp 3.470. Pada perdagangan Rabu (28/10), saham ANTM ditutup menguat 1,08% ke Rp 2.800 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×